Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Nenyambut Dengan Ramah

Menyambut Dengan Ramah

Buruh Tani-89

@Cerpen

#Tagur-151

Selain membawa gulai daging ayam mereka juga membawa pisang ambon yang baru dipanen.

Bapak Sita menanam beberapa pohon pisang di kebun samping rumahnya. Beberapa jenis pisang yang ditanam antara lain, pisang Ambon, Emas, Kepok dan pisang lampung.

Kebetulan pisang ambon baru dipanen dan sudah matang.

Bagaimana Bu, sudah siap belum? tanya Bapak Sita.

"Sudah Pak, ayo kita berangkat," balas ibu.

Mereka bertiga pun berangkat menuju rumah juragan tanah ayah Citra.

Rumah Sita tidak begitu jauh dari rumah Citra.

"Selamat siang Nyonya, permisi," Ibu Sita memangggil.

"Sepertinya ada yang memanggil, siapa ya? tanya Istri Juragan sembari melangkah menuju pintu depan.

Ceklek, pintu terbuka.

"Eh, Ibu Sita, ayo silakan masuk," sambutnya ramah.

Walau itri juragan tanah yang kaya namun, Ibu Citra selalu ramah kepada semua orang. Dia menyambut kedatangan Sita dan orang tuanya dengan melempar senyum.

Orang tua Sita masuk ke dalam rumah Sita sembari menebteng makanan yang di bawa.

"Aduh, Ibu, Pak, bawa apaan ini kok banyak bangat bawaannya."

Ibu Sita memanghil Bibi yang membantu di rumahnya.

"Bi, Mirah tolong dibawa ke dalam bawaan Ibu Sita," serunya.

"Baik, Nyonya," ucapnya sambil menghampiri Ibu Sita.

Istri Juragan menyilakan tamunya duduk.

Bi Mirah membuatkan minuman kepada tamu ya datang. Bi Mirah membawa nampan berisi empat gelas minuman lalu menyuguhkannya.

Ibu Citra penasaran dengan panci yang dibawa Ibu Sita. Dia pun membukanya. Tersentak Ibu Cutra melihat isi panci dan membulatkan bola matanya.

"Ya ampun Bu Sita, repot sekali sampai bawa makanan segala," tuturnya.

"Bi, ayo siapkan makana di meja makan biar tamunya makan bersama."

Gegas Bi Mirna menyiapkan makanan di meja seperti yang dititahkan ibu juragannya.

Di luar terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah Citra.

Pak jugan membuka pintu mobil lalu turun. Tidak lupa menutup kembali pintu mobilnya.

"Kok, banyak sendal, apa ada tamu? tanyanya di hati.

"Selamat siang Bu," ucapnya sembari melangkah.

"Eh, Bapak sudah pulang. Kebetulan sekali, ayo kita makan bersama-sama," ucapnya.

"Oh, ada Bapk dan Ibu Sita, apa kabar semuanya? tanya juragan. Bergegas Bapak dan Ibu Sita serta Sita, menyalami juragan.

Bu Citra mengajak mereka semua ke meja makan.

"Citra yang masih istirahat di kamarnya samar-samar mendengar suara yang ramai.

Bersambung....

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post