Menganggap Sebagai Saudara
Menganggap Sebagai Saudara
Buruh Tani-87
#Tagur-149
@Cerpen
Dia berharap bisa mencari pekerjaan bersama-sama dengan Sita sahabat karibnya
Citra sudah menganggap Sita sebagai saudaranya. Ia tidak ingin jauh dari Sita.
Usai makan Ibu Citra beranjak dari kursinya melangkah ke kasir membayar makan mereka.
"Ayo, kita pulang sudah makan semua?" tanya Ibu Citra.
Saudara Citra pulang dengan suka cita. Citra tidak kalah senangnya. Sesampai di rumah Citra berganti pakaian langsung membersihkan tubuhnya. Rasa lelah menghapiri tubuhnya.
"Bu, Pak, Citra istirahat dulu ya," pintanya.
Direbahkannya tubuhnya di atas lasurnya.
"Akhirnya aku bisa istirahat. Rasa lelah seharian membuat tubuhku pegal," monolognya di hati.
Netranya yang sudah berat akhirnya Citra terlelap dalam tidurnya.
***
Pagi yang cerah terdengar kicauan burung bersahut-sahutan di dahan rindang yang tumbuh di samping rumah Sita.
"Aduh, jam berapa ini?" Aku kesiangan," imbuhnya di hati.
Sita bangkit dari tidurnya ia tidak lupa melantunkan doa kepada Sang pemilik kehidupan. Sita beranjak dari kamarnya menuju ke dapur. Ternyata Ibunya sudah lebih dahulu bangun.
"Selamat pagi Bu, maaf Sita kesiangan," ucapnya sembari menghampiri ibunya yang sudah menyiapkan bumbu ayam yang akan di masak.
Bersamhung....
Jakarta, 9 September 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan