Mengurai Mahligai Yang Terkoyak
Mengurai Mahligai Yang Terkoyak
@Puisi asal
Keegoisan dan keangkuhan
Mengoyakkan mahligai kita
Hancur berkeping-keping
Tidak ada lagi rasa di sana
Hatimu beku bagai bongkahan batu karang
Di mana senyum manis yang kau sumbarkan dulu?
Di mana kasih yang sudah menyemat hati kita?
Tak pernah terbayang
berpisah darimu.
Sesak dada ini
Kucumbui bayanganmu dikesunyian malam.
Buliran bening menganak sungai membasahi wajah ini.
Ingatlah masa indah yang telah terjalin.
Jangan biarkan badai menghempas mahligai kita kasih.
Sampai kapan pun, aku tetap menantikanmu
Mari kita urai kembali mahligai yang telah terkoyak.
Tiada manusia yang sempurna.
Percayalah kasih, hatimu selalu ada untukku.
Menolelah walau sekejap
Aku merindukan kehangatan darimu.
Aku tahu kau pun begitu.
Getaran cinta masih ada di sana
Jangan keraskan hatimu kasih.
Jakarta, 6 Agustus 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan