Seperti Tertimpa Batu
Seperti Tertimpa Batu Besar
Buruh Tani-101
#Tagur-167
Gegas CEO membalikkan tubuhnya melangkah ke kursinya. Dia memposisikan duduknya. Sita mengetuk keduakalinya. Tetiba Amir bersuara.
"Silakan masuk."
Sita perlahan membuka pintu.
"Maaf Pak, bapak memanggil saya," ucap Sita gugup.
"Silakan duduk."
"Tidak usah Pak, saya berdiri saja," balasnya sembari menunduk.
"Duduk tidak usah sungkan."
Sita terlihat gugup dan takut. Akhirnya terpaksa dia duduk. Ditariknya perlahan kursi yang menghadap Pak Amir lalu duduk.
Sita memainkan jemarinya butiran bening mulai membasahi tubuhnya. Rasa takut menyelimutinya. Suasana hening. Pikiran masing masing bergerilya tak tentu arah.
"Hm, istirahat nanti temani saya."
Tersentak Sita mendengar ajakan Pak Amir.
"Maaf Pak, saya bawa bekal!"
"Saya tidak perlu mendengar alasan."
Sita bergeming lidahnya kelu. Dia belum pernah pergi berduaan bersama lelaki. Tidak pernah terpikir olehnya berpacaran. Jiwa polosnya membuat CEO semakin terpesona.
"Maaf Pak, saya sudah bisa pergi," ucapnya lirih.
"Ingat pesan saya!" balas Amir singkat.
Sita tidak menjawab. Gegas dilangkahkan kakinya meninggalkan ruang Amir. Seperti tertimpa batu yang sangat besar rasanya mendengar ajakan CEO. Dihempaskan bokongnya di kursi ditariknya napas panjang lalu buangnya kasar.
"Aduh, bagaimana ini apa kata orang-orang nanti saat melihat saya bersama CEO? monolognya di hati.
Melihat Sita termenung, Vivi menghampirinya.
"Hei, Sita, ada apa denganmu? tanya Vivi membuyarkan lamunan temannya.
"Vivi, tolongi saya ya!"
"Aku takut sekali," ucapnya sembari butiran bening menetes di pipinya.
Vivi mengerutkan keningnya. Ia bingung mau berkata apa. Melihat Sita menangis Nita tersenyum bangga, ia merasa Sita diomelin sama Pak Amir.
"Emang enak, rasain sendiri jangan sok pintar!" gerutunya sembari mencibir.
"Apa Pak Amir memarahimu?" tanya Vivi penasaran.
Bersambung....
Jakarta, 28 September 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan