Langit meneteskan Air Matanya
Langit meneteskan air matanya.
#24
@Pantun asal
Sekian lama terasa panas, panas terik menghanguskan bumi. Membakar kulit legam saat melangkah di bawah mentari.
Insan dan makhluk lainnya dahaga, tenggorokan mengering.
Tiba awan menggelap, semua berharap menantikan tetes air mata langit.
Terdengar guntur, akankah itu terjadi.
Benar, dia yang sekian lama dinanti mengguyur alam persada.
Semua insan, tumbuhan dan hewan bertempik sorak menyambut kedatangannya.
Ini semua karena kasihNya terhadap ciptaanNya.
Terima kasih Tuhan Engkau telah mendengar doa umatMu.
Jakarta, 27-10-2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan