Pantang Menyerah
Tidak Menyerah
Buruh Tani-113
#Tagur-176/7 😪
@Cerpen
"Aduh, kok malah menungguku. Bukannya menjauhiku setelah tahu keadaanku," Sita bermonolog.
Wajah Sita memberengut, pupus sudah harapannya. Dia berpikir saat CEO mengetahui keadaannya, dia pasti mundur
Sesampai di parkiran, Sita mempercepat langkahnya. Ia tidak menoleh ke kanan mau pun kiri. Sembari berjalan ia menunduk. Saat di depan lift seseorang meraih tangannya.
Sita tersentak Ia menoleh orang yang maraih tangannya.
"Eh, Bapak," ucapnya sembari menarik tangannya.
Namun, CEO terlalu kencang memegang tangannya.
"Aku tidak akan melepaskan tanganmu, ikut saja," titah Amir.
Pintu kuft terbuka Gegas CEO masuk sembari memegang tangan Sita.
"Untung pakai lift khusus CEO, sehingga tidak banyak yang menyaksikan mereka berdua.
Tidak lama pintu lift sudah sampai di lantai 3 tempat CEO dan Sita bekerja
"Nanti jangan lupa makan siang bersama. Bekal yang kamu bawa berikan saja kepada temanmu."
Titiba kepalanya cenat-cenut. Permuntaan CEOnya tidak terbantahkan.
Sita tidak menjawab dia diam membisu
Bersambung....
Jakarta, 11 November 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan