Pertemuan yang Tiba-tiba
Pertemuan yang Tiba-tiba
Buruh Tani-128
#Tagur-176/24
@Cerpen
"Terima kasih ya Sit, aku akan datang," serunya sembari melengkungkan
bibirnya.
Mereka pun melangkah menuju rumah masing-masing.
“Yes, akhirnya dia menyambutku.”
Kevin melangkah sembari bersiul-siul kecil, rasa Bahagia menyelimuti hatinya.
“Sabtu malam aku aka datang ke rumah Sita, aku tidak mau berlama-lama lagi,
semoga dia menerimaku.”
Sita sudah berada di depan rumahnya, dia melangkah menuju pintu belakang. Setiap Sita masuk ke dalam rumah selalu lewat pintu belakang. Saat dia masuk dia mendengar percakapan kedua orang tuanya, tetapi ada suara yang asing.
“Suara siapa itu? sepertinya ada tamu,” gumamnya heran.
Dilangkahkannya kakinya menuju ruang tamu.
“Ibu, Sita pulang,” ucapnya menyapa orang tuanya.
Ternyata Ibu Sita sedang menangis, dia tidak tahu apa yang terjadi hingga ibunya menangis.
“Ibu, mengapa Ibu menangi, siapa orang ini?” yang membuat ibu menangis?” tanya Sita dengan nada yang tidak terima.
Pria itu pun melangkah menghampiri Sita.
“Tersentak Sita saat ia melihat seorang pria yang tiba berdiri dan menghampirinya.
Sita mundur menghindari priatersebut.
“Siapa kamu? aku tidak mengenalmu!”
“Kau Sita kan? dulu masih kecil abang tinggalkan, tentu tidak mengenalku,” Ridwan memperkenalkan diri.
Sita bergeming, dia tidak menyangka akan bertemu dengan abangnya yang sudah lama pergi dan membuat Ibunya sering sakit karena memikirkannya.
“Sita, ini abangmu Ridwan yang kita tunggu-tunggu Nak, akhirnya dia datang juga,” tutur Ibunya membuyarkan lamunannya.
Sinta tersentak.
“Oh, ya Bu. “Kau kah itu bang?” ucap Sinta menghampiri dan menyalami abangnya.
“Abang tidak tahu kalau ibu sampai sakit memikirkanmu!” tutur Sita.
“Maafkan abang Dik, abang baru bisa pulang, abang juga sangat merindukan kalian semua,” ungkapnya sembari meneteskan air mata.
“Boleh abang memelukmu?” tanya Ridwan sembari menghampiri Sita.
Sita juga yang merindukan abangnya akhirnya menganggukan kepalanya, pertanda setuju.
Dengan rasa haru dan penuh rindu Ridwan memeluk adiknya yang sudah tumbuh dewasa.
Bersambung….
Jakarta, 28 Oktober 2023
Slam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan