Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sudah Menunggu

Sudah Menunggu

Buruh Tani-112

 

#Tagur-176/6 😔

 

@Cerpen

 

"Bu, Sita mau membersihkan badan dulu, sudah tidak nyaman," ucapnya.

"Baiklah Nak."

Gegas Sita melangkah ke kamar mandi mengingat malam semakin merangkak

Tidak lama Sita membersihkan tubuh, ia melangkah ke kamar. Direbahkan tubuhnya di pembaringan. Terbayang wajah CEO yang akan menjauhinya. 

"Akhirnya aku bebas melangkah adan pulang bersama teman-teman," monolognya di hati.

Angin malam menusuk hingga ke tulang, diraihnya selimut menutup tubuhnya yang gigil. Suara hewan malam terdengar bersahut-sahutan dan lelah seharian membuat Sita terlelap dalam mimpinya.

Suara ayam jago menbangunkan Sita dari lelapnya. 

Usai melanhgitkan doa Sita gegas ke dapur memasak untuk Bapak dan ĺibunya. Bekal untuk ke kantor juga tidak ketinggalan disiapkan

"Bu, Pak, Sita berangkat dulu," pamitnya sembari menciumi kedua punggung tangan mereka. Tas disandang dan tas kecil temat bekal ditentengnya. Sita pun berjalan menuju halte yang tidak jauh dari rumahnya.

Mobil angkot sudah ada yang parkir menunggu sewa. Sita langsung naik ke dalam mobil. Ia sengaja duduk di bangku belakang alasan lebih nyaman. 

Penumpang sudah penuh, pak sopir melajukan mobilnya. Sita meraih buku novel dari dalam tasnya. Dia mulai berselancar dengan novelnya.

Penumpang sudah ada yang turun, kenek kembali teriak memanggil penumpang lain.

Kantor Sita sudah dekat dia bersiap-siap akan turun. Novel dimasukkan ke dalam tasnya.

"Pak, stop ya," ucapnya.

"Siap neng!"

Sita adalah penumpang tetap Pak sopir sudah mengenal dimana turunnya.

"Hai, Sita selamat pagi, aku menunggumu ternyata kamu baru sampai," ucap Vino mengagetkan Sita.

"Pagi juga Vino, maaf aku langsung ya, sudah kesiangan," imbuh Sita sambil melempar senyum.

Dari kejauhan CEO sudah menunggu Sita.

"Sita barang ya pulangnya," ajak Vino.

Sita hanya melambaikan tangannya.

Sampai di parkiran Sita dikagetkan seseorang.

Tangannya ditarik hampir saja ia jatuh.

"Aduh, siapa itu?" tanyanya.

Tersentak ia saat mengetahui orang yang menariknya.

"Maaf Pak, Bapak  mengagetkanku," ucapnya sembari berusaha melepaskan tangannya.

"Aduh, kok malah menungguku. Bukannya menjauhiku setelah tahu keadaanku," Sita bermonolog.

Bersambung....

Jakarta, 10 November 2023

Salam.literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post