Tak Dapat Menghindar
Tak bisa menghindar
Buruh Tani-104
#Tagur-170
Jam istirahat siang pun tiba. Sita gegas membuka bekalnya.
"Vivi makan yok, aku bawa bekal lebih ini untuk mu," ucap Sita.
Baru saja Sita menbuka bekalnya, tetiba CEO yang bernama Amir menghampiri
Sita. Diraihnya bekal Sita lalu diberikannya kepada Vivi. Tersentak Vivi menyaksikan sikap Amir. Tidak biasanya dia bersikap seperti itu kepada bawahannya.
Gegas diraihnya tangan Sita mengjaknya pergi.
Semua yang menyaksikan itu heran. Ada yang membulatkan bola matanya, sebahagian menutup mulut dengan kedua tangannya. Nita tak kalah terkejutnya.
"Ya ampun, Sita bahagianya diajak sama CEO," ungkapnya terheran-heran.
Sesampai di lift tetiba pintunya terbuka, Amir mrlangkah masuk diikuti Sita. Sita tidak dapat berbuat apa-apa. Tangannya masih dipegang sama CEO.
"Maaf Pak, tolong lepaskan tanganku," ucap Sita berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Amir.
"Oh, baiklah, lain kali kamu harus mendengarkanku," balas Amir sembari melepaskan genggamannya.
Sita masih bergeming tidak berani melawan Amir.
Bersambung....
Jakarta, 1 Oktober 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan