Tidak Akan Mau Lagi
Tidak Akan Mau Lagi
Buruh Tani-111
#Tagur-176/5 😔
@Cerpen
Amir masuk sembari menyapu ruangan.
"Ternyata kehidupan Sita sangat prihatin," monolognya.
Usai dipersilakan duduk Amir mendudukkan bobotnya di salah satu kursi kusam.
"Maaf Pak, kalau kurang nyaman," ucap Ibu Sita.
"Tidak apa-apa Bu," balasnya kaget.
Beberapa menit kemudian Sita telah kembali dengan nampan yang berisi tiga gelas air minum.
"Ayo, Nak silakan diminum," ucap Ibu Sita ramah.
Sita hanya mendengar perbincangan Amir dengan kedua orang tuanya.
Amir tidak mundur mendekati Sita, dia berniat akan membantu Sita merubah kehidupan keluarga Sita.
Kegigihan Sita membuat Amir semakin menyukainya.
"Semoga dengan melihat keadaan keluargaku Pak Amir tidak lagi mendekatiku," ulas Sita di benaknya.
Merasa akan terbebas dari Bosnya Sita seperti kijang yang lepas dari kandangnya. Bahagia menyelimuti hatinya.
Usai berbincang-bincang dengan kedua orang tua Sita, Amir akhirnya minta izin pulang. Mereka beranjak dari kursinya menuju mobil yang terparkir di halaman. Amir masuk ke dalam mobil dengan kaca jendela yang masih terbuka. Mobil perlahan melaju meninggalkan rumah Sita.
"Hati-hati Nak di jalan," ucap Ibu Sita mengingatkan. Sita dan orang tuanya kembali masuk ke rumah setelah mobil tak terlihat lagi.
Senyum Amir mengembang Wajah wajahnya terlihat ceria. Dia bangga mendapat Sita yang polos dan gigih. Kesederhanaan Sita tidak mengurangi kecantikannya.
"Nak, sepertinya kamu tidak bahagia. Siapa dia sebenarnya? tanya ibuhya.
"Dia Bosku Bu, Sita juga bingung tiba-tiba dia mengantarku pulang," balas Sita.
"Hati-hati Nak, jangan berharap banyak."
Sita memahami yang dimaksud ibunya.
"Terima kasih Bu nasihatnya," ucapnya sembari memeluk ibunya.
"Bu, Sita mau membersihkan badan dulu, sudah tidak nyaman," ucapnya.
Bersamhung....
Jakarta, 9 Oktober 2023
Salamliterasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan