Kala Macet Melanda
(Tantangan Hari Ke-11)
25 Januari 2020
Kemacetan bisa terjadi dimana saja. Kemacetan terjadi karena situasi kepadatan kendaraan yang mengakibatkan terhentinya lalu lintas atau tersendatnya lalu lintas karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan sering terjadi di kota-kota besar. Terutama pada saat liburan atau hari-hari besar.
Kemacetan yang sering terjadi menjadikan kita malas untuk keluar rumah, tapi ada saatnya kita harus bepergian keluar, dan kita tidak bisa menghindari kemacetan tersebut.
Kalau tiba-tiba perjalanan kita mengalami kemacetan, memang tidak enak, apalagi kalau macetnya pada tengah hari, panas terik ditambah perut lapar dan kita juga harus buru- buru, ada keperluan mendadak yang mengharuskan kita harus cepat sampai. Keadaan seperti ini pasti mengganggu pikiran, kesal dan bercampur "bete", kita akan menggerutu sepanjang perjalanan, dengan muka ditekuk atau cemberut sampai tiba di tempat yang dituju.
Dalam kondisi macet sebetulnya tak ada gunanya juga kita kesal, marah ataupun menggerutu, karena tidak ada gunanya juga. Apa yang kita lakukan juga tidak akan merubah keadaan. Lebih baik kita cari kegiatan agar situasi macet bisa diisi dengan hal menyenangkan.
Biasanya kalau macet saya dan keluarga melakukan berbagai hal untuk menunggu kemacetan. Mungkin bisa dijadikan sebagai referensi bagi yang sedang dilanda kemacetan.
1. Tebak-tebakan, biasa kalau macet saya dan suami dan anak bermain tebak-tebakan. Kami membuat tebakan yang ringan dan lucu sehingga membuat kita tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan karena asyiknya bermain tebakan tidak terasa macet telah terurai dan perjalanan menjadi lancar kembali.
2. Bernyanyi, saya dan keluarga hobby bernyanyi , meski suara saya tidak begitu bagus tapi bagi keluarga sangat menghibur. Apalagi saat macet sering kita bernyanyi bersama. Kami sangat senang lagu-lagu lawas. Sambil menunggu macet kami bernyanyi penuh penghayatan. Setelah beberapa lagu, tak terasa macet berlalu.Alhamdulillah.
3. Membaca Alquran atau zikir, suami saya senang mengaji atau berzikir. Setiap hari pekerjaan ini jarang ia tinggalkan, nah, dalam macetpun ini bisa dilakukan. Suami akan nengajak saya mengaji atau berzikir, karena serius melakukannya, terkadang macetpun berlalu, kami sampai pada sitiasi perjalanan yang tidak lagi dalam kemacetan.
4. Internetan atau berselancar di sosial media, wah, ini sepertinya semua orang juga melakukannya. Menggunakan sosial media adalah pekerjaan yang paling asyik dilakukan untuk mengisi kejenuhan dalam kemacetan. Selama macet saya terkadang asyik dengan HP ditangan, yang sering saya lakukan adalah menelpon saudara atau teman, ini bisa dilakukan berjam-jam, tanpa terasa macet selesai . Atau bermain WA atau juga melihat FB atau instagram. Macet tanpa kita sadari sudah berakhir dan kita dapat melanjutkan perjalanan dengan lancar.
Nah, asyik bukan? Mungkin itu diantaranya hal-hal yang bisa kita lakukan dalam menghadapi kemacetan. Kemacetan harus diisi dengan kegiatan yang kita sukai agar tidak jenuh. Ini hanya sebagian, mungkin banyak hal lain yang bisa kita lakukan sambil menunggu kemacetan.
Ayo, senyum ya kalau macet, biar ga jenuh..
#TantanganGurusiana
#TantanganHariKe11
#SeptaArfina
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan