Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ketika Ayah Pergi (Part 2)

(Tantangan Hari Ke-15)

29 Januari 2020

Mobil terus berjalan dengan kencang, tapi bagiku tetap merasa lambat. Pikiranku hanya satu, aku harus cepat tiba di rumah.

Akhirnya, tibalah aku di rumah. Aku segera turun dan berlari. Tiba - tiba aku dihentikan oleh pamanku, beliau memelukku.

"Ada apa Paman? Mengapa orang-orang berkumpul?" ucapku sambil terus bejalan ke dalam untuk menemui ayah dan ibu.

" Ayah.. Ayah.." panggilku ingin segera bertemu. Mataku mencari Ayah di kamar, tapi tak kulihat Ayah. "Dimana Ayah?" Batinku.

Aku menghampiri Ibu yang duduk di tepi ranjang. Wajahnya sendu, tatapannya kosong. Kupegang tangan ibu yang sudah mulai keriput. Beliau tidak berkata apa-apa, air matanya jatuh berderai.

"Ibu, dimana Ayah? apakah dirawat dirumah sakit?" Tanyaku sambil gemetar. "Bu.. jangan diam saja. Dimana Ayah?" tanyaku lagi.

Dengan suara tertahan ibu menjawab, "Ayahmu sudah pergi Nak"

Tak kuasa aku menahan air mataku. Aku terhenyak, "Ayahh...Ayah sudah pergi?, mengapa begitu cepat Ayah, aku blm sempat membahagiakanmu, engkau sudah pergi Ayaaaah" hatiku hancur sekali. Air mataku mengalir deras.

Aku berjalan ke kamar Ayah, kupeluk baju Ayah. "Maafkan aku Ayah, aku tak berada dekatmu saat Ayah pergi" aku menangis terisak-isak.

Tiba-tiba Kakakku masuk dan memegang pundakku, "sudahlah Dik, ikhlaskan Ayah. Mari kita berdoa untuk Ayah, agar Ayah tenang disisi Allah. Ayo kita berwudhu ya" ucap Kakakku sambil membimbingku menuju kamar mandi. Aku berwudhu, lalu langsung sholat. Selesai sholat aku berdoa untuk Ayah.

"Ya Allah, ampunilah dosa Ayahku. Terimalah semua kebaikannya, lapangkan kuburnya. Tempatkanlah Ayah ditempat terbaikMu ya Allah. Dan semoga beliau husnul khotimah. Aamiin YRA"

Malam itu semua larut dalam kesedihan, karena ditinggal Ayah. Tak ada keceriaan, terutama Ibu. Beliau sangat bergantung pada Ayah. Ibu tampak sangat terluka, tapi disembunyikannya. Mungkin agar anak-anaknya tidak sedih berkepanjangan.

Selamat jalan Ayah, semoga Ayah tenang di sana. Maafkan anak-anakmu yang tak sempat membalas jasamu. Maafkan kami Ayah.

#TantanganGurusiana

#TantanganHariKe15

#SeptaArfina

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post