Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menjadi Wali Kelas Serasa Menjadi Ibu

(Tantangan Hari Ke-4)

"Ibuuu!" Teriak anak-anak ketika aku baru sampai di depan kelas. Saat itu aku hanya tersenyum memperhatikan tingkah mereka satu persatu, mereka semua mengadu dengan serempak.

"Buuu Nabil nakal Bu, suka menganggu kita-kita yang lagi belajar" ucap Rina sambil cemberut.

Aku perhatikan Nabil, dia hanya tertunduk seperti kaget dengan kehadiranku. "Nabil, coba kedepan sebentar" ucapku.

Nabil berjalan kedepan, "Ada apa Bu?" tanyanya pelan.

"Apa benar Nabil mengganggu teman-teman?", tanyaku lembut.

Nabil terdiam, kemudian berkata, "Tidak Bu, saya hanya main saja, tapi sama anak-anak ga boleh" ucapnya sambil menunduk.

Akhirnya dengan lembut aku menasihatinya agar sesama teman tidak boleh saling mengganggu, tapi harus saling menghargai. Sejak itu Nabil jadi di sukai teman-temannya, karena dia sudah berubah menjadi lebih baik.

Itu adalah salah satu keasyikan menjadi wali kelas, kita serasa menjadi ibu anak- anak di sekolah. Apa saja yang terjadi atau yang akan terjadi anak-anak selalu bercerita dan bertanya pada wali kelas. Apa saja. 

Ketika anak-anak mengukir prestasi, wali kelas menjadi senang dan bangga, seperti kebanggaan sebagai seorang ibu yang melihat anaknya berhasil. Namun ketika anak-anaknya bermasalah, kita sebagai wali kelas ikut sedih, cemas, dan khawatir, takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada anak-anak.

Berkumpul sama anak-anak yang diwalikelaskan sungguh menyenangkan, banyak cerita yang kita dengar dari mereka. Mulai dari hal kecil sampai hal besarpun, merayakan ulang tahun bersama, makan bersama dan sebagainya.

Akhir tahun pelajaran usai, masing-masing anak akan  menuju ke kelas yang lebih tinggi, bisa saja naik kelas atau lulus sekolah, Itulah saat yang mengharukan, sedih karena sebentar lagi wali kelas akan berpisah dengan anak-anak. Satu tahun mengurus mereka, bukanlah waktu yang singkat, ada kedekatan hati dengan mereka, maka perasaan tidak dapat disembunyikan, anak-anak satu persatu meminta maaf dan terkadang menangis, dan situasi seperti ini benar -benar merasa seperti ibu mereka. Meski tak sama dengan ibu kandung, tapi wali kelas adalah ibu di sekolah yang mengurusi anak-anak ketika berada di sekolah.

#TantanganHariKe4

#TantanganGurusiana

#SeptaArfina

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post