Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Nanti Kita Cerita Tentang Solo (NKCTS)

(Tantangan Hari Ke-5)

Tak pernah terbayangkan olehku, bahwa aku akan bolak balik karawang -Solo. Ini bermula ketika putriku satu-satunya mengambil tes di salah satu Universitas di Solo.

Suatu hari, "Bun..Bun..liat nih, pengumuman hasil tes kemarin, Intan lulus Bun" ucapnya sambil memelukku. "Akhirnya Intan ke Solo Bun" lanjutnya sambil memandang wajahku. "Kok Ibun diam saja? Ibun ga senang?" tanyanya lagi.

Mungkin anakku merasakan apa yang aku rasakan, bahwa bukannya aku tidak senang dengan berita ini, tapi aku hanya membayangkan bagaimana nantinya kalau gadisku ini makin jauh dariku. Berbagai pertanyaan memuncah dibenakku. Kulihat putriku memandangku dengan penuh tanda tanya, ada raut sedih dalam tatapannya. Aku tersentak dan tersadar, aku ga boleh egois, aku harus mendukung keinginan putriku, aku harus lebih kuat, lebih tegar darinya.

"Intan, ibun juga senang Intan lulus. Alhamdulilah Allah mengabulkan doa kita ya Nak" jawabku dengan penuh semangat, agar putriku yakin bahwa aku baik-baik saja.

Akhirnya dengan penuh keikhlasan, aku antar putriku ke Solo untuk mengurus segala keperluannya. Aku dan suami sengaja mengantar karena sudah pasti banyak yang diurus dan diperlukan. Mulai dengan pemberkasan, registrasi ulang, dan juga mencarikan tempat tinggalnya. Mencari tempat kos di Solo ada yang unik, saat itu kita diantar oleh beberapa orang sekitar, mereka mengantar kita ke semua tempat kos , mulai dari harga termurah, sedang dan mahal. Semua kami liat satu persatu, tapi rata-rata penuh. Ada yang kosong tapi tidak cocok tempatnya. Sampai sore belum juga ditemukan yang cocok, badan sudah mulai lelah, bingung, dan khawatir. "Bagamana kalau tidak ada ya?" batinku.

Kami terus berjalan menyusuri tempat sekitar kampus untuk mencari tempat tinggal untuk anakku, dibelakang masih diikuti oleh beberapa pemuda sekitar, dalam kegalauan itu sampai kami di sebuah rumah tingkat. Tempat kos putri. Aku berdoa semoga disini masih ada yang kosong, setelah bertanya sama penjaganya, "Alhamdulillah, ada satu yang tersisa. Mungkin ini rejeki anakku" bisikku dalam hati.

Besoknya, semua pembayaran rumah diselesaikan, kemudian langsung membeli perlengkapan kos, saat membelinya semua semangat tidak ada pikiran akan jauh nantinya. Semangat semuanya. Setelah selesai semua, akhirnya aku harus kembali ke Karawang tempat tinggalku.

"Intan, Ibun pulang ya Nak, Intan baik-baik di sini, jaga diri, hati-hati dalam bergaul, memilih teman ya Nak, Ibun sama Papa jauh. Intan harus bisa sendiri ya, Ibun sama Papa selalu doakan Intan," ucapku sambil menahan air mata. Pokoknya aku ga boleh tampak sedih.

"Iya Bun, doain Intan terus ya" jawabnya. Sepertinya putriku juga tak mau terlihat sedih oleku. Ia berusaha kuat walau ku tahu sebetulnya ia gadis yang mudah menangis, tapi kali ini tidak. Dia tetap tersenyum.

Kupeluk anakku erat-erat, seakan tak ingin aku melepaskannya, kubelai rambutnya sambil berbisik, "Ibun sayang intan", akhirnya air mataku jatuh juga.

Putriku menatapku sambil menghapus air mataku. "Ibun jangan sedih, Intan akan baik-baik saja," ucapnya sambil terbata-bata. Dan aku tahu putriku pasti ingin menangis juga.

Setelah berpamitan dengan anakku dan ibu kosnya, aku meninggalkan kota Solo dengan penuh kegamangan, meninggalkan putri semata wayangku jauh dariku , jauh dari keluarga. Apakah ia mampu bertahan nantinya? Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya. Aku berharap kota Solo akan memberi pengalaman berharga yang baik untuknya, memberikan masa depan yang indah untuknya baik dunia dan akhirat.

Sepanjang perjalanan pulang dari Solo, tak banyak yang ucapkan, aku lebih banyak diam, terkadang sekali-sekali suamiku bercerita tentang apa yang dilihatnya sepanjang perjalanan.Tapi semua tak menarik bagiku, karena pikiranku hanya pada putriku yang kutinggalkan di Kota Solo. "Anakku, suatu hari nanti kita akan bercerita lagi tentang kehidupanmu di Solo, nanti Ibun dan Papa akan datang lagi" bisik hatiku.

19 januari 2020

#TantanganHariKe5

#TantanganGurusiana

#SeptaArfina

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post