Readathon yang Dinanti
(Tantangan Hari Ke-17)
31 Januari 2020
Pagi ini aku bergegas menuju sekolah karena hari ini adalah pelaksanaan readathon di sekolahku. Jalanan ramai kendaraaan yang mengantar anak-anak sekolah. Aku sudah khawatir takut terlambat. Hari sudah menunjukan pukul 6.55. Sekolah masuk jam 7.00. Akhirnya pas jam 7.00 aku sampai di sekolah. Aku bergegas FP dulu.
Bel masuk berbunyi, anak-anak di suruh berbaris di lapangan semuanya kelas 7, 8, 9, karrna hari ini pelaksanaan readathon.
Readathon adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Semua siswa sangat antusias dengan pelaksanaan di sekolahku. Para guru dan wakasek ikut membantu pelaksanaan readathon ini, Alhamdulillah semua warga sekolah ikut berpartisipasi.
"Ayo, tim literasi bersiap-siap ya," ujarku pada anak literasi.
"Malu Bu," kata Fatihul dan Putra. Kebetulan mereka berdua adalah MC yang bertugas memandu acara Readathon hari ini.
"Fatihul, Putra, jangan malu, justru Kamu tunjukan pada teman-teman bahwa Kamu bisa" ucapku memberi semangat.
"Baik Bu, Kami akan berusaha semaksimal mungkin" jawab Putra dengan penuh semangat.
Readathon kali ini terdiri dari beberapa penampilan, Fatihul dan Putra memulai acaranya dengan suara yang lantang. Terkadang mereka menyelipkan sedikit candaan sehingga peserta menjadi terhibur.
Pertama penampilan pembacaan puisi oleh tim literasi yaitu Angel, Khaira, dan Marsha. Mereka bertiga menampilkan puisi dengan judul GURU. Puisi yang dibacakan cukup bagus. Mereka membawakannya dengan penuh semangat dan percaya diri. Peserta mendengarkan dengan serius karena mereka bertiga adalah siswa kelas 7 yang masih unyu-unyu jadi makin menarik.
"Beri tepuk tangan ya buat adik-adik kita yang sudah punya keberanian di depan kita semua untuk membaca puisi. Bagus ya?", teriak pembawa acara. Begitulah Fatihul dan Putra dalam membawakan acara. Ada kebanggaan dalam hatiku, ketika anak-anak yang kulatih berani untuk tampil di depan umum.
Penampilan berikutnya sebuah pidato inspiratif yang dibawakan oleh Talitha. Pidatonya berjudul Generasi Cerdas. Pidato yang sangat bagus, dimana isinya menganjurkan pelajar untuk rajin dan berusaha lebih giat untuk masa depan. Anak - anak yang hadir mendengarkan dengan antusias.
Ada yang berbeda dengan readathon kali ini yaitu penampilan dari tim literasi, Samuel yang membawakan acara Stand Up Komedi. Penampilan Samuel ini membuat kegiatan readathon semakin berwarna. Samuel tampil dengan sangat menarik, lucu dan bermakna. Peserta readathon makin senang dan terhibur.
Acara inti dari readathon hari ini adalah reviu buku dari Ibu Martika. Penampilan dari guru BK sekolah kami ini menggunakan buku yang berjudul Musibah Membawa Berkah. Bu Tika menyampaikan dengan menarik sehingga anak- anak semangat mendengarjan. Diakhir reviu Bu Martika memberikan pertanyaan kepada peserta yang hadir, tentunya ada hadiah bagi anak-anak yang berani menjawab pertanyaan dengan maju kedepan. Seluruh siswa tampak semangat dan berebutan untuk menjawab pertanyaan. Pemandangan ini membuat hatiku sangat senang, karena ternyata Readathon memberkan dampak yang bermaaat untuk pengembangan diri mereka.
Itulah kegiatan readathon kami hari ini, kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Kegiatan yang menghibur tapi menambah ilmu dan pengembangan diri. Readathon memang selalu dinanti.
Salam literasi.. Salam literasi.. Salam literasi
#TantanganGurusiana
#TantanganHariKe17
#SeptaArfina
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan