Alah Bisa karena Biasa
(Tantangan Hari Ke-25)
Hujan belum berhenti, langit masih mendung dan sepertinya air belum akan berhenti dicurahkan dari langit. Aku masih malas beranjak dari tempat tidurku. Kutarik selimutku menutupi tubuh yang kedinginan sejak malam karena udaranya yang dingin. Kucoba untuk tidur lagi, tapi karena sudah terbiasa tidak tidur setelah sholat subuh, mata ini pun tak mau terpejam. Pikiranku malah ngelantur kemana-mana. Kemudian jadi teringat gurusianaku. Langsung aku bangun dan bergegas mengambil laptopku.
Kali ini aku ingin bercerita tentang awal mula aku mengikuti tantangan menulis dari CEO Gurusiana Bapak Mohammad Ihsan yang diumumkan di FB Media Guru Indonesia.
Sebetulnya aku sangat jarang menulis di gurusiana. Biasanya aku menulis kalau ada momen penting yang aku ikuti di Media Guru. Misalnya ketika aku mengikuti sagu sabu, ketika bukuku terbit, ketika acara seminar media guru dan kegiatan lainnya. Nah, saat-saat itulah aku menulis di gurusiana.
Ketika tantangan gurusiana diumumkan oleh Pak Komandan media guru, kemudian juga dishare beberapa kali oleh Pak Leck, aku mulai berpikir apakah aku akan ikut? Tantangannya dimulai tanggal 15 Januari 2020 untuk tantangan 30 hari. Aku belum berpikir tantangan 60 hari apalagi 90 hari. 30 hari ini saja aku masih bertanya dalam hati, kira-kira bisa gak ya?
Tibalah tanggal 15, saat waktu tantangan dimulai. Pikiranku masih pada tantangan gurusiana, ikut apa tidak. Sampai saat mengajar pun masih memikirkan tentang tantangan gurusiana. Waktu terus berjalan, sore pun datang dan aku masih belum mengambil keputusan. Akhirnya malam tiba, aku masih dilanda kebingungan.
Selesai sholat isya, aku berdoa agar Allah yang Maha membolak balikkan hati manusia menguatkan hatiku pada apa yang terbaik untukku yang bisa aku lakukan dalam tantangan ini. Selesai sholat kubuka FB, dan kulihat sudah banyak yang memposting tulisannya di sana. karena salah satu syaratnya adalah harus memposting tulisan di Gurusiana dan FB Media Guru. Kulihat satu persatu yang telah memposting tulisannya. Ada Pak Leck, Mas Eko, Bunda Isti dan tak ketinggalan sang CEO pun ikut meramaikan tantangan ini. Padahal, beliau semua adalah pakar menulis. Lalu kulihat lagi teman-temanku juga banyak yang mengikuti tantangan ini. Salah satunya adalah Bu Hj. Titin Marini. "Wah ada Bu Haji Titin" batinku.
Bu Hj. Titin adalah teman yang selalu bersamaku dalam kegiatan menulis dan kegiatan Media Guru lainnya. Semangatku muncul. "Aku juga harus mengikutinya nih" ucapku bersemangat.
Akhinya aku memutuskan untuk mengikuti tantangan 30 hari menulis dari gurusiana. Mulailah aku menulis tantangan hari pertama. Awalnya aku kebingungan mencari tema yang cocok untuk tulisan pertamaku. "Duh nulis apa ya. Udah jam 9 malam lagi nih" hari semakin malam, tetapi aku masih bingung mau melnulis apa. Hal ini membuatku sedikit panik. Lalu aku memutuskan untuk menuliskan cerita tentang langkah awalku dalam menulis. Tulisan ini ku beri judul Tulisanku adalah Langkah Awal Impianku.
Selesai menulis, pelan-pelan ku publish ke Gurusiana, "Sukses! Artikel anda telah berhasil disimpan". Malam itu hatiku senang sekali karena akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti tantangan menulis ini. Dengan mengikuti tantangan ini, artinya aku memberanikan diri untuk menantang diriku sendiri melakukan tantangan menulis ini.
Alhamdulillah sampai hari ini aku sudah melewati sampai tantangan hari ke-25. Ternyata tantangan menulis ini tidak sesulit yang aku kira dan ternyata diriku mampu melakukan tantangan ini. Benar kata pepatah Alah Bisa karena Biasa. Karena sering menulis, akhirnya aku terbiasa menulis setiap hari. Ide selalu muncul kapan saja, setiap momen terkadang menjadi cerita. Kalau belum menulis rasanya ada yang kurang.
Itulah kisahku dalan mengikuti Tantangan Gurusiana. Terima kasih kepada CEO gurusiana yang telah memberi tantangan ini. Tantangan ini melatih dan mengasah kemampuanku dalam menulis.
Bagaimana dengan Anda yang lainnya?
Samakah sepertiku???
Mari berbagi cerita ya.
#TantanganGurusiana
#TantanganHariKe25
#SeptaArfina
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan