Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Haruskah Ku Bangunkan Kau, Nak?

(Tantangan Hari Ke-46)

Hari menunjukkan pukul 13.00. Ini adalah jam terakhir aku mengajar di hari itu. Cuaca di luar kelas mendung, langit kelabu karena ditutupi awan hitam. Tak lama hujan pun turun memecah kesunyian kelas. Suasana siang terasa seperti di pagi hari, membuat anak-anak sedikit malas-malasan mengerjakan tugas.

Aku memahami situasi ini, untuk itu aku mengajar dengan santai. Aku bercerita tentang kisah inspiratif, menceritakan kisah dua sahabat lama yang bertemu disebuah mesjid. Saat aku bercerita anak-anak mendengar dengan serius, seolah-olah mereka terbawa dalam ceritaku. Tengah asyik aku bercerita, mataku tertuju pada seorang anak laki-laki, yang sedang menundukkan kepala ke meja belajarnya, namanya Alfian, "lagi apa ya anak ini?" pikirku.

Kudekati mejanya, kuperhatikan dengan seksama, ternyataaaaaa, dia tidur pemirsa.

"Wah nyenyak sekali tidurnya," pikirku.

"Bu, Alfian tidur Bu, teriak anak-anak.

"Iya, tapi kalian jangan berisik ya, kasian tidurnya nyenyak," kataku.

"Bangunin aja Bu," ucap Erik.

"Jangan Erik, kasian,"kataku.

Aku berpikir sejenak, apa yang sebaiknya kulakukan ya, situasi memang mendukung untuk tidur, cuaca dingin, jam terakhir, dan hujan, batinku.

"Anak-anak, sebaiknya biarkan Alfian tidur ya, kasian kalau kita bangunkan, mungkin ia kurang tidur semalam, mungkin ada yang dia lakukan semalam sehingga hari ini ia ketiduran, ok ya Anak-anak, kita biarkan Alfian tidur, jangan diganggu," kataku memberi penjelasan pada anak-anak.

Anak-anak mengikuti apa yang aku katakan, dan kami meneruskan pelajaran.

Aku memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan cerita inspiratif yang aku ceritakan tadi. Anak-anak mengerjakannya di buku latihan masing-masing dan dikumpulkan di akhir pelajaran. Anak-anak dengan gembira mengerjakan tugas yang aku berikan.

Saat anak-anak mengerjakan tugas aku berpikir tentang keputusanku untuk tidak membangunkan Alfian. "Apakah keputusanku ini sudah tepat?" Tapi aku kasihan membangunkannya. Aku pikir mungkin ia kurang tidur semalam karena mengerjakan sesuatu. Atau bisa saja ia membantu orangtuanya yang berdagang atau apalah, yang pasti kali ini aku biarkan ia tidur. Sebentar lagi juga jam terakhir akan berakhir, istirahat 15 menit dan anak-anak ini akan melanjutkan lagi dengan bimbel.

Tettt...tettt...bel panjang berbunyi, anak-anak bergegas mengumpulkan tugasnya dan bersiap istirahat, dan kemudian bimbel.

"Baiklah anak-anak, silakan berdoa, setelah itu istirahat untuk menunggu bimbel" ujarku sambil siap-siap juga untuk ke ruang guru. Alfian masih tidur, dan biarlah untuk kali ini, besok akan kutanyakan apa penyebabnya ia sampai tertidur.

Akupun keluar kelas dengan penuh tanda tanya mengenai tertidurnya Alfian.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post