Ketika Sungai Citarum Naik
(Tantangan Hari Ke-42)
Hujan tak berhenti dari semalam. Pagi ini langit masih mendung dan gemercik air masih tercurah dari langit. "Ah, dari semalam hujan" batinku.
Hari ini aku mengajar jam pertama di kelas 9J. Kelas yang aku walikelaskan. WA ku dari tadi kring..kring saja, pertanda banyak pesan yang masuk. Bunyi itu akhirnya memaksaku untuk membukanya. Ternyata banyak berita tentang banjir dan info tentang naiknya debit air sungai citarum. "Wah gawat nich" pikirku.
Tiba-tiba ada berita sekolahku juga tergenang air. Keadaan ini membuat aku berangkat agak lambat takut airnya makin naik. Tepat pukul tujuh aku berangkat. Ternyata jalanannya macet parah. Mungkin karena situasi hujan, orang-orang pada membawa mobil karena tidak mau kehujanan. Macet ini membuatku terlambat lebih dari satu jam, dan aku sampai di sekolah pukul delapan.
Kulihat anak-anak baru masuk kelas. Mereka baru saja selesai membersihkan kelasnya yang sudah basah karena air hujan ditambah lagi anak-anak yang lalu lalang membuat depan kelas menjadi kotor dan licin. Aku bergegas memasuki kelas 9J.
"Maaf anak-anak, ibu terlambat" ujarku.
"Ya Bu", jawab anak-anak serempak.
Ku absen satu persatu, Alhamdulillah, meskipun hujan anak-anak hadir hampir semua, hanya satu orang yang tidak masuk, yaitu Nabil. Nabil memang sudah tiga hari tidak masuk karena sakit.
Waktu tinggal satu jam lagi, pelajaran hari ini ku isi dengan teks inspiratif. Aku bercerita tentang sebuah kisah inspiratif tentang seorang anak yang mencuri semangkok bakmie. Aku bercerita dengan nada dan irama yang membuat anak-anak terdiam mendengar dengan serius. Cerita kubuat dengan suara yang sedikit dramatis karena dalam bercerita kuncinya ada pada si pencerita. Bahkan pada bagian haru aku berusaha bersuara pelan dan hampir menangis serta nada sedih. Kulihat anak-anak juga ikut terharu.
Setelah bercerita ku berikan beberapa pertanyaan tentang ceritaku pada anak-anak, mereka menjawab dengan antusias. Tak terasa pelajaran berakhir, waktunya aku pindah kelas. Anak-anak mengucap salam tanda pelajaran berakhir. Saat keluar kelas, aku melihat lapangan masih tergenang air, langit masih mendung, dan matahari masih bersembunyi. Mungkinkah sampai sore akan turun hujan? Semoga hujan reda dan air citarum berangsur surut sehingga yang terkena banjir bisa beristirahat dan tidak perlu khawatir lagi.
Hujan adalah berkah buat kita.
Bersyukur jika itu rahmat
Bersabar jika itu ujian
Segala sesuatu pasti ada solusinya
Nah gurusuaner, jika ada yang kebanjiran bersabar ya. Semoga semuanya baik-baik saja dan banjir bisa segera surut
#TantanganGurusiana
#SeptaArfina
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan