Pendidikan Karakter
(Tantangan Hari Ke-40)
Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus menerus untuk penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik. Pendidikan karakter juga bertujuan untuk membentuk sebuah karakter yang berakhlak tinggi dan mulia dalam diri anak. Kita harus senantiasa mengajarkan budi pekerti, etika, dan moral kepada anak, agar memahami bagaimana berinteraksi dengan orang lain dalam situasi apapun.
Seorang ahli matematika pernah berkata,
"Beri saya seseorang yang tak bisa matematika. Dalam waktu tiga bulan, saya bisa menjadikannya juara olimpiade. Tetapi untuk mengajarinya budaya antre memerlukan waktu bertahun - tahun"
Karena itu pula di negara maju seperti Jepang, pendidikan karakter diajarkan sejak dini. Mereka diajarkan untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka diajarkan bagaimana cara berinteraksi, mengenal emosi orang lain, menekan ego, kerjasama, disiplin dan lainnya. Melalui serangkaian pendidikan karakter tersebut murid sekolah di Jepang tumbuh menjadi manusia dengan karakter yang bagus dan kuat.
Bagi kita, metode pendidikan karakter sejak usia dini masih belum bisa terlaksana karena berbagai pertimbangan. Padahal pendidikan tersebut bisa diterapkan dalam berbagai lingkungan. Misalnya keluarga. Para orang tua tidak boleh lupa untuk menanamkan kecerdasan mental pada anak. Jangan hanya berfokus pada kecerdasan intelektual.
Di era milenial ini, pendidikan karakter jangan sampai pudar. Orang tua dan sekolah harus bekerjasama untuk mewujudkan anak yang cerdas dan berkarakter. Kita jangan sampai lupa dengan pendidikan karakter hanya karena kita menginginkan anak kita mendapat nilai tinggi. Berapa banyak anak yang sukses tapi terkadang pendidikan katakternya rendah, tidak menghargai guru, sombong dan tidak peduli dengan sesama. Namun anak yang dididik di tengah keluarga yang beretika, pasti mempunyai nilai lebih pada karakternya, disiplin, jujur, dan berakhlak baik sehingga ia disukai banyak orang.
Untuk menumbuhkan anak berkarakter baik, orang tua atau guru hendaklah menjadikan dirinya sebagai teladan. Sikap baik atau buruk yang kita miliki akan menjadi contoh bagi anak. Sedikit banyaknya sikap kita akan mempengaruhi bagaimana cara mereka bersikap dalam kesehariannya. Oleh karena itu kita harus terlebih dahulu membentuk karakter diri sendiri.
Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masa depan generasi milenial akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Dan bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan, sudah pasti berdampak bagi masa depan generasi muda kita. Untuk itu mari kita kokohkan diri kita dalam menetapkan pendidikan karakter sehingga menjadikan generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia. Jadilah pribadi yang sukses lahir batin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan