Belajar di Rumah dan Menjadi Wali Kelas dari Rumah
(Tantangan Hari Ke-66)
Oleh : Septa Arfina
Pagi ini adalah hari ke lima anak-anakku belajar di rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan virus corona yang sedang mewabah di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Maka pemerintah meliburkan siswa selama 2 pekan ke depan dan menggantinya dengan belajar di rumah.
Sebagai guru mata pelajaran dan wali kelas, saya juga berusaha menempatkan posisi, dan menyiapkan apa yang harus saya lakukan untuk mengawasi siswa yang saya ajar dan siswa yang saya wali kelaskan dari jarak jauh. Saya tetap berusaha mengontrol anak-anak agar fungsi sebagai guru dan wali kelas tetap berjalan.
Setiap hari saya memantau kegiatan anak-anak di rumah. Sebagai wali kelas saya tidak boleh putus komunikasi dengan anak-anak. Saya juga berusaha mengingatkan anak-anak tentang tugas-tugas sekolah melalui grup whatsapp. Sebagai wali kelas saya menjalankan tugas setiap hari. Mengontrol anak-anak misalnya. Pertama saat jam mulai belajar pagi, saya pastikan anak-anak sedang berada di rumah dan sedang belajar. Biasanya melalui grup saya mengabsen mereka satu persatu. Saya akan menyapa mereka terlebih dahulu. Ternyata anak-anak juga senang, hampir semua anak hadir di grup untuk tegur sapa. Saya bahagia bisa berbuat yang terbaik untuk mereka. Apalagi ketika mereka menjawab salam saya, itu menandakan kedekatan hubungan dengan mereka. Tak lupa juga saya selalu imbau dan selipkan edukasi tentang bahaya virus corona pada mereka, agar mereka memahami mengapa mereka harus di rumah, mengapa mereka tidak boleh keluar rumah, apa dampak virus corona dan sebagainya. Alhamdulillah saya senang menjalankan kegiatan ini.
Komunikasi dengan orang tua siswa pun berjalan setiap hari. Saya berterima kasih pada mama-mama hebat ini karena telah menggantikan tugas kami para guru untuk mengawasi anak-anak belajar. Hubungan kami dengan wali murid berjalan lancar, komunikasi tentang perkembangan anak tidak pernah saya abaikan. Sebagai wali kelas saya harus pastikan bahwa anak-anak tetap berada di rumah selama dua minggu ke depan, dan ini hanya bisa diawasi oleh orang tua di rumah. Terima kasih mama-mama hebat telah membantu kami dalam mengawasi anak-anak belajar di rumah, meski terkadang berat tapi demi kebaikan anak-anak.
Selain menjalani peran sebagai wali kelas, peran saya sebagai guru juga harus saya jalankan. Sejak diberlakukannya sistem belajar di rumah ini, saya sudah memberikan tugas ke setiap kelas yang saya ajar dengan menggunakan google classroom. Saya memberikan tugas sesuai dengan jadwal pelajaran di sekolah. Tugas yang diberikan adalah tentang menulis teks inspiratif, karena ini adalah materi terakhir yang hampir selesai pada kelas IX. Jadi tugas yang diberikan sesuai dengan program semester sekarang. Anak-anak bisa mengerjakan tugas dengan santai karena diberi waktu sampai pertemuan berikutnya sesuai jadwal. Semua tugas ini sudah di berikan dan alhamdulillah anak-anak sudah banyak yang mengirimkan tugasnya melalui google classroom.
Mengajar dari rumah sebetulnya bisa dilakukan kalau memang diperlukan. Agar tetap terhubung dengan anak dan orang tua, kita guru harus selalu mengaktifkan ponsel. Nah gurusianer demikian pengalaman saya menjadi guru dan wali kelas jarak jauh dengan anak-anak didik saya. Tetap semangat, tetap happy, dan tetap sehat.
Stay Healthy, Stay Wise, Stay at Home.
Salam belajar dari rumah, salam literasi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan