Kau Berkorban Demi Raga yang Lain
(Tantangan Hari Ke-71)
Oleh : Septa Arfina
Sebuah lagu diputar di media sosial, lagu ini dipersembahkan untuk para petugas medis. Saya mendengarnya berulang-ulang dan selalu menangis, menangis lagi. Terharu dengan lirik dan terbayang dengan para petugas medis yang sedang bekerja merawat pasien di seluruh rumah sakit di indonesia. Lagu ini dinyanyikan oleh Eka Gustiwana dan Yessiel Trivena yang khusus untuk para petugas medis covid 19. Liriknya membuat kita tak tahan untuk tidak menjatuhkan air mata. Inilah liriknya.
DEMI RAGA YANG LAIN
By: Eka Gustiwana dan Yessiel Trivena
Saat semua menghilang
Kau tetap setia menjaga
Kau berkorban tanpa suara demi senyum yang lain
Saat semua tertidur
Kau terjaga sepanjang waktu
Lupakan lelah ragamudemi raga yang lain
Dunia tlah tersenyum
Melihat kau bertaruh nyawa
Tak pedulikan yang kau punya
Demi raga yang lain
Engkau pahlawan dunia
Tuhan yang kan membalas semua
Jerih lelah yang tak ternilai
Demi raga yang lain
Walau hampir tiada sudut
Untukmu menghela nafasmu
Teriring doa untukmu
Suara ini untukmu
Lagu ini sengaja saya tulis untuk mengawali tulisan saya tentang pengorbanan para medis melawan covid 19. Seperti yang kita ketahui, saat ini pemerintah dan seluruh rakyat indonesia sedang berjuang untuk melawan penyebaran virus yang sangat berbahaya ini. Semua elemen bersatu melawan corona. Yang paling berkorban adalah para petugas medis yang menjadi garda terdepan melawan corona.
Setiap kali saya menyaksikan berita di media sosial tentang pengorbanan para tenaga medis ini, hati saya selalu terenyuh, sedih dan bahkan saya menangis ketika menyaksikan perjuangan tenaga medis sampai akhir hayatnya. Tak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan. Inilah pahlawan yang sesungguhnya, yang rela berkorban demi menyelamatkan raga yang lain.
Untuk menghindari penularan yang kebih meluas, pemerintah menginstruksikan kita untuk berdiam diri di rumah. Belajar di rumah, bekerja dari rumah, kita melaksanakan sosial distancing dimanapun kita berada. Tapi tidak dengan petugas medis ini. Mereka justru harus selalu hadir kapanpun dan dimanapun. Apa yang ada dalam pikiran mereka menerima tugas ini? Mungkin mereka khawatir karena mereka punya keluarga juga, tetapi mereka tidak bisa menolak karena ini adalah panggilan tugasnya.
Di luar sana, mungkin ada seorang ibu yang khawatir takut anaknya tak pulang atau sakit, ada anak yang gelisah menunggu ayah atau ibu mereka yang tak kunjung pulang, ada suami atau istri yang sedih dan cemas takut kalau tak bisa bertemu lagi dengan belahan jiwa mereka. Berbagai kekhawatiran dari keluarga petugas medis yang tak bisa mereka ungkapkan karena saudara, ibu, ayah, suami, istri atau anak mereka harus berjuang melawan corona di seluruh rumah sakit di Indonesia.
Kita patut mengapresiasi kerja tenaga medis kita. Mari kita doakan agar mereka tetap sehat dan kuat dalam menjalankan tugasnya. Semoga apa yang mereka lakukan menjadi ibadah yang tak ternilai dan mendapat balasan yang terbaik dari Yang Maha Kuasa.
Mari kita bantu petugas medis kita dengan senantiasa bergaya hidup sehat, dan berpikiran positif serta yang paling utama adalah tetap diam di rumah. Dengan melaksanakan semua ini, berarti kita sudah membantu pemerintah dan petugas medis kita.
Pesan dari para medis jangan dilupakan ya,
We Stay at work for you
You stay at home for us.
Salam sehat untuk kita semua.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan