Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kerudung Merah Jambu (Part 4)

(Tantangan Hari Ke-75)

Oleh : Septa Arfina

“Bu guru, berhenti dulu. Ini tokonya,” ujar Anita.

Bu guru memarkir motornya, diperhatikannya toko itu, terlihat sepi. Tapi ia tak melihat kerudung yang dipajang seperti yang diceritakan Anita. Diperhatikannya Anita yang terdiam. Ia keliatan sedih dan gelisah. Kemudian Bu guru mengajak Anita masuk toko untuk memastikan. Ketika berada di dalam, Anita melihat sekeliling ruangan toko. Ia mencari – cari kerudung merah jambu tersebut, siapa tahu dipindahkan letaknya. Tetapi ia tak menemukannya. Anita tampak murung, wajahnya terlihat sedih. Bu guru menemui pramuniaga toko.

“Dik, beberapa hari yang lalu ada kerudung merah jambu dipajang di etalase, apakah masih ada?,” tanya Bu Guru.

Pramuniaga tersebut tampak berpikir, lama baru ia menjawab, ”Ooo yang itu udah terjual Bu,”.

Anita tertegun, ia tak bisa berkata apa-apa. Sia-sia perjuangannya selama ini. Hasrat hati ingin membahagiakan ibunya pupus sudah. Dia berlari keluar sambil menangis. Bu Guru memperhatikannya dengan hati yang bingung.

“Kasihan Anita,” gumam Bu Guru.

Bu Guru kembali bertanya pada pramuniaga tersebut, “ Dik, apa tidak ada lagi kerudung itu di gudang? Mungkin masih ada, coba dilihatkan ya,” pinta Bu Guru.

“Kalau warna lain ada Bu, tapi kalau merah jambu rasanya sudah laku semua,” jawabnya.

“Coba dicari dulu Dik, siapa tahu masih ada,” pinta Bu Guru.

Akhirnya pramuniaga tersebut berjalan ke gudang sambil berkata, “sebentar ya Bu, saya lihat dulu, mudah-mudahan ada yang terselip,”

Sambil menunggu pramuaniaga itu datang, Bu Guru berdoa semoga saja ada keajaiban. Semoga ia datang dengan membawa kerudung merah jambu itu. Kerudung yang dijanjikan Anita untuk ibunya, jangan sampai Anita kecewa, ”semoga masih ada ya Allah,” doa Bu Guru.

Tiba-tiba pramuniaga datang membuyarkan lamunan Bu Guru. Bu Guru kaget sambil memandang pramuniaga itu,

“Alhamdullilah ada Bu, tinggal satu,” ucapnya seperti senang juga.

“Alhamdulillah, makasih Dik. Makasih Dik,” ucap Bu Guru girang.

Bu Guru pun segera membayar kerudung tersebut. Ternyata kerudung ini bagus dan harganya juga lumayan mahal untuk ukuran anak sekolah seperti Anita. Bu Guru sengaja membayar kerudung itu, biarlah uang hasil kerja Anita disimpannya untuk keperluannya nanti. Setelah membayar Bu Guru bergegas keluar mencari Anita yang tadi keluar duluan.

“Anita, ayo Nak, kita pulang menuju rumahmu,”ajak bu guru.

Anita masih menangis, ia duduk di sudut toko. Air matanya jatuh berderai. Ia memandang bu guru,

“Bu Guru, kemana lagi aku mencari kerudung itu? Aku bingung Bu Guru,” ucap Anita sambil tersedu-sedu.

“Anita, Allah sayang sama kamu nak. Allah melihat kesungguhanmu. Ternyata kerudungnya masih ada dan tinggal satu-satunya. Berarti itu rejekimu. Ayo tersenyum, kita pulang ya, pasti ibumu sudah menunggu di rumah,” jelas Bu Guru sambil memeluk Anita.

“Benarkah Bu? Terima kasih ya Allah, Engkau Maha baik ya Allah,” ucap Anita sambil mengeratkan pelukan Bu Guru. “Ayo Bu Guru kita pulang, oh ya Bu ini uangnya. Anita sudah menyiapkannya dari kemarin, Anita sudah pernah menanyakan harganya, 250 ribu kan?,” tanya Anita sambil menyodorkan tangannya yang berisi uang pada bu guru.

Bu guru mengambil tangan Anita, kemudian menyuruh menyimpannya kembali. Bu guru sudah punya niat membantu Anita.

“Simpan uangnya kembali ya. Anita bisa gunakan uang itu untuk keperluan yang lain. Kerudung ini ibu bayar sebagai hadiah dari Ibu untuk Anita yang sudah berbakti pada orang tua,” ucap Bu Guru.

Akhirnya bu guru dan Anita pulang menuju rumah Anita, Ia sangat senang karena bisa mewujudkan kembali kenangan ibunya yang pernah hilang. Anita tersenyum bahagia. Tak lama sampailah mereka di sebuah rumah yang sederhana, meskipun sederhana tapi tanpak bersih dan asri.

“Ibu..Ibu.., Ibu lihat siapa yang datang," ucap Anita kegirangan.

“Sudah pulang Nak? Sama siapa Anita? Kok kayaknya ibu baru bertemu,” tanya ibu.

Anita memperkenalkan bu guru pada ibu, bu guru mengangguk tersenyum,

“Maaf Bu saya bu guru Anita, saya tak bilang dulu pada Ibu bahwa mau ke sini,” ucap bu guru dengan perlahan.

Kemudian bu guru menceritakan semua kejadian yang dialami Anita tadi, serta apa yang dilakukan Anita beberapa hari ini, mengapa Anita suka pergi setiap pulang sekolah, dan kadang pulang malam, semua diceritakan bu guru dengan penuh kesungguhan. Ibu Anita mendengarkan sambil menangis, dipandanginya anaknya, kemudian dirangkulnya.

“Anakku, begitu sayang kamu sama ibu. Ibu bangga memilikimu Nak,” kata ibu sambil tetap memeluk Anita, anak semata wayangnya yang sangat baik hati dan santun.

“Selamat Ulang Tahun Ibu, Ini hadiah ulang tahun untuk Ibu. Kerudung merah jambu impian Ibu sejak dulu, Anita tahu Ibu menginginkannya. Anita tahu karena ibu sering bercerita tentang kerudung itu. Anita sedih Bu, jadinya Anita ingin memberikannya saat ulang tahun Ibu. Semoga panjang umur ya Bu,” Ucap Anita sambil menangis dan memeluk ibunya.

Mereka berdua berpelukan, memberikan lukisan kasih sayang antara ibu dan anak. Meski mereka ditinggal pergi oleh ayahnya, tapi kasih sayang ibu dan anak ini tak bisa di lukiskan. Bu Guru menyaksikannya dengan penuh har, sambil mengusap air matanya yang tak terasa jatuh membasahi pipinya. Bu Guru berdoa dalam hati semoga mereka bahagia selamanya.

Hari telah sore, matahari telah bersembunyi. Burung-burung berduyun pulang ke sarangnya. Langit menguning pertanda mulai sore. Hari ini Bu Guru dapat pembelajaran dari seorang muridnya, bahwa kasih sayang yang tulus dan pengorbanan untuk orang yang tercinta akan melahirkan sebuah kebahagiaan yang tak ternilai yang tak bisa diukur dengan apapun.

-Tamat-

Salam Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post