Mari Cerdas Bermedia Sosial
(Tantangan Hari Ke-52)
Oleh : Septa Arfina
Sebagai guru tugas kita adalah memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak didik kita. Memberikan ilmu pengetahuan tentang pelajaran yang sesuai dengan kurikulum pendidikan kita. Namun perlu juga kita luangkan waktu dengan anak didik kita tentang kehidupan bersosial, dan mendidik karakter mereka menjadi karakter yang "Smart and Good".
Kali ini saya di kelas sengaja meluangkan waktu untuk memberikan bagaimana cara cerdas bermedia sosial. Saya ingin anak didik saya bisa menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Kita tahu bahwa sekarang ini informasi di media sosial sangat cepat dan mudah untuk diterima oleh siapa saja termasuk siswa kita. Maka dari itu kita harus bijak dalam menerima informasi dan menyebarkan informasi atau menulis informasi di media sosial. Jangan sampai merugikankan atau menyakiti orang lain yang lebih parah lagi menyebar berita bohong alias "hoax". Berita bohong ini bisa dikenakan pidana lho, takut kan?
Ada hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan media sosial antara lain:
1. Posting Berita yang Positif
Kalau ingin memposting sebuah berita di media sosial hendaklah berita yang positif, memperluas wawasan, menyebarkan nilai-nilai positif, optimisme, kerja keras, jujur, toleransi, berita yang memberi kedamaian untuk pembacanya. Berita yang bermanfaat bagi masyarakat, jangan sampai memberitakan hal yang negatif yang tak berguna atau yang membuat orang lain tersinggung. Maka pilih-pilihlah berita yang akan ditulis, misalnya tentang pendidikan, kesehatan, atau yang lainnya.
2. Berpikir Ulang sebelum Memposting
Kalau dalam lisan mulutmu adalah harimaumu, tapi dalam media sosial mungkin bisa kita pakai ungkapan jarimu adalah harimaumu. Untuk itu harus hati-hati menjadi pengguna media sosial yang cerdas, pertimbangkan dampak dari apa yang akan kita posting apakah akan merugikan orang lain atau diri sendiri. Semua yang akan kita posting akan berbalik kita lagi.
3. Hati-hati dalam Membagikan Berita
Kalau menerima berita dari media sosial hendaklah disaring dulu, jangan diterima begitu saja, pastikan sumbernya, pastikan kebenarannya, andai benar harus dipikirkan baik tidak disebarkan, perlu tidak disebarkan. Kalau beritanya tidak benar jangan sekali-kali membagikannya. Berbahaya, bisa kena UU ITE nantinya.
4. Hindari Berdebat
Hati-hati berkomentar dalam media sosial. Pilih kata yang tepat, jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Hindari perdebatan, karena akan merusak nama baik kita. Kecuali perdebatan yang positif yang tidak disertai emosi. Kalau perdebatan yang mengarah pada pertikaian, sebaiknya abaikan saja. Lebih baik menghindar.
Nah, anak anak ibu, gunakanlah media sosial dengan hati-hati untuk memberikan kebaikan bagi sesama.
Ingatlah selalu, mulutmu harimaumu,
Dan jarimu juga harimaumu.
Nah gurusianer setuju ya, mari kita bijak dalam bermedia sosial.
Septa Arfina
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan