Mengasah Kemampuan Siswa dalam Menulis Sesuai EYD
(Tantangan Hari Ke-62)
Oleh : Septa Arfina
Menulis adalah termasuk keterampilan yang sangat penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Apalagi pembelajaran berbasis teks pada kurikulum 2013 ini anak-anak dituntut untuk terampil menulis dengan benar. Terutama dalam kaidah penulisan yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.
Ada beberapa siswa yang bisa menulis dengan memperhatikan kaidah penulisan yang benar. Tetapi banyak pula yang tidak memperhatikan kaidah penulisan dan keefektifan kalimat. Kalimat yang sering ditulis salah oleh siswa kita antara lain:
Ibu pergi berkunjung kejakarta Jangan duduk dikelas kata ibu Anita gadis yang sangat cantik sekali Ayah membeli obat batuk diapotik Rini tinggal dikarawang Selamat pagi ayah Saya berharap nenek baik2 saja Para ibu ibu menunggu dokter diposyandu aku baru saja membeli pisang apel dan jeruk Kepala desa HM Udin
Kalimat di atas adalah contoh beberapa kesalahan siswa dalam menulis, seharusnya adalah :
Ibu pergi berkunjung ke Jakarta. “Jangan duduk di kelas”, kata ibu. Anita gadis yang sangat cantik. Ayah membeli obat batuk ke apotek. Rini tinggal di Karawang. "Selamat pagi Ayah," sapa Tina. Saya berharap Nenek baik-baik saja. (bila dalam sapaan surat) Para ibu menunggu dokter di Posyandu. Aku baru saja membeli pisang, apel, dan jeruk Kepala Desa : H. M. Udin
Melihat banyaknya kesalahan dalam penulisan oleh siswa, maka saya sebagai guru bahasa indonesia merasa sedih dan harus melakukan suatu pembelajaran menulis yang membuat siswa terbiasa atau terlatih menulis dengan benar. Semula saya memberikan latihan menulis setelah selesai satu materi pembelajaran. Ternyata hal ini kurang memberikan hasil. Anak-anak masih saja ada kesalahan dalam penulisan. Ini membuat saya berpikir lagi. Latihan seperti apa yang harus saya berikan agar anak-anak terlatih dan terbiasa menulis dengan benar.
Akhirnya saya memberikan suatu pelatihan yang dilaksanakan setiap hari yaitu metode menulis sepuluh menit. Menulis satu paragraf singkat dengan benar dan ada beberapa kata yang saya tentukan sendiri harus ada dalam paragraf tersebut. Kata tersebut perlu penulisan yang benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Misalnya dalam satu paragraf harus terdapat kata sapaan, nama gelar, dan nama tempat. Kegiatan ini saya lakukan setiap hari di awal pelajaran dalam buku latihan. Jika terdapat satu kesalahan, maka belum bisa diberi nilai sampai tulisan itu dibetulkan kembali. Ternyata metode yang saya lakukan ini memberikan hasil yang baik. Anak-anak jadi terbiasa menulis dengan benar karena lama kelamaan mereka jadi tahu bagaimana penulisan yang sesuai dengan kaidah pembalajaran Bahasa Indonesia. Nah gurusianer, ingin mencoba cara ini? Menurut saya cara ini cukup efektif untuk melatih siswa dalam pembelajaran menulis. Selamat mencoba ya, semoga berhasil.
Salam literasi
Septa Arfina
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan