Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sayap Patah Sang Inspirator

(Tantangan Hari Ke-70)

Oleh : Septa Arfina

Hari ini adalah tantangan ke-70, tulisanku hari ini adalah mengikuti tantangan dari pak komandan kita Bapak Muhammad Ihsan agar masing-masing gurusianer menghampiri wall gurusianer yang lain kemudian memberikan komentar positif tentang tulisannya.

Menurutku, semua tulisan teman-teman yang saya singgahi di blog gurusiana memberikan inspirasi buat saya. Entah untuk kehidupan yang bisa saya ambil hikmahnya, bisa juga untuk pembelajaran di kelas karena saya seorang guru, atau bisa juga untuk pembentukan karakter menjadi lebih baik. Semua tulisan teman-teman gurusianer sangat bagus dan bermanfaat untuk dibaca. Setiap hari tidak ada yang saya lewatkan untuk membaca tulisan teman. Kami saling memberi motivasi, misalnya tulisan Ibu Siti Aisyah, tulisan beliau sangat bermanfaat karena banyak menulis tentang pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis IT. Bu Min Hermina juga banyak menulis tentang berbagai model pembelajaran. Bu Lina Susanti juga banyak menulis tentang makanan dan bisa kita ambil juga manfaatnya. Bu Mailifda dengan ceritanya yang selalu membuat kita penasaran, Bu Rifni Hayati dengan kepiawaiannya menulis berbagai banyak hal yang semuanya inspirasi buat saya, dan banyak yang lainnya. Semua gurusianer adalah teman, inspirator, dan sahabat dalam menulis bagi saya. Terima kasih para gurusianer, kita selalu berbagi ilmu ya.

Namun kali ini saya akan bercerita tentang seorang gurusianer yang sering saya baca tulisannya. Tulisan yang banyak memberikan inspirasi, mengandung filosofi hidup, kaya makna, serta berkarakter. Tulisan beliau selalu menarik untuk dibaca. Ada salah satu tulisannya yang saya suka yaitu “DI SAAT SAYAP PATAH”. Tulisan ini ditulis tanggal 17 Maret 2020 yang merupakan tulisan untuk tantangan ke-60 beliau. Penulisnya adalah Ibu “YOSSA RAHMALIA”.

Tulisan ini diawali dengan sebuah ilustrasi tentang seorang sekuriti sebuah Bank yang pada awalnya memiliki kehidupan yang sempurna. Namanya Dicki. Ia digambarkan mempunyai badan yang tegap, memiliki seorang istri yang cantik, serta dua putri kecil yang manis. Hidup Dicki nyaris sempurna. Namun pada suatu hari Dicki memanjat pohon buah yang ada di halaman rumahnya, namun hari itu adalah hari yang naas baginya. Dahannya licin dan patah menyebabkan Dicki terjatuh. hal ini membuat ia tak bisa bangun lagi. Ia lumpuh. Keadaan seperti itu akhirnya membuat ia ditinggalkan istri dan anaknya. Dicki sangat terpukul. Namun akhirnya dia bangkit lagi sampai dia bisa mandiri meski dengan kursi roda.

Dengan cerita yang menarik ini, Bu Yossa mengambil benang merah dari cerita ini. Dalam tulisannya, banyak realita kehidupan yang diangkat. Beliau selalu menyelipkan pembelajaran hidup di setiap cerita. Seperti dalam tulisan Di Saat Sayap Patah ini ada banyak pelajaran untuk pembaca yang bisa kita renungkan bahwa apa yang terjadi dengan kita ke depannya kita tak ada yang tahu, kalaulah ada derita itu bukanlah pilihan kita. Selain itu, kita juga dapat mengambil pembelajaran bahwa akhirnya meski sayap kita pernah patah, namun kita bisa bangkit lagi dengan buah kesabaran dan usaha. Kita harus menerima takdir dengan lapang dada. Itulah pesan yang di sampaikan bu Yossa pada pembaca, dan saya kadang merenungkannya setelah saya membacanya.

Sepenggal kalimat dari bu Yossa yang menjadi bahan renungan buat saya adalah,

“Mungkin kita mesti merenung. Sering kita hancur saat diuji. Kerap kita gagal ketika dititipi aral. Alpa bahwa akan ada penurunan setelah pendakian. Tak ingat kalau pelangi sering muncul usai hujan. Hapuskan matematika bila berurusan tentang cinta dan pengorbanan. Kita akan terluka bila tak mendapatkannya. Ilmu dan logika tak lagi bisa menyentuh ranah tak kasat mata ini. Hal yang mesti kita pahami dan di-charge oleh kita selalu.”

Sungguh indah kata-kata yang disampaikan dalam tulisan bu Yossa, dan ini sangat menginspirasi saya. Terima kasih bu Yossa atas tulisannya yang keren dan bermanfaaat. Semoga kita selalu tersambung dengan tulisan kita ya bu Yossa. Meski saya belum kenal ibu secara langsung, tapi rasanya saya sudah mengenal ibu lama. Kalau bukan karena gurusiana dan media guru mungkin kita tak akan pernal kenal ya, terima kasih juga untuk Tim media guru dan tim gurusiana.

Salam literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post