Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Empati

(Tantangan Hari Ke-83)

Oleh : Septa Arfina

Ketika kita melihat seorang ibu yang sudah tua masih keliling menjajakan sayur dengan gerobaknya, keringatnya sudah bercucuran, namun tak ada satupun yang membelinya, padahal dagangannya harus habis untuk bisa bawa uang pulang demi anak-anak yang menunggu di rumah. Saat itu timbul perasaan kita ingin membantunya. Kita merasakan seandainya berada di posisi ibu itu, entah apa yang akan kita lakukan. Perasaan itulah yang disebut dengan empati.

Empati adalah kemampuan untuk dapat mengerti atau memahami apa yang dirasakan orang lain secara emosional. Empati membuat kita membayangkan diri kita berada di posisi orang yang sedang mengalami kesulitan atau orang yang kurang beruntung dari kita. Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Orang yang berempati mempunyai rasa peduli yang tinggi terhadap apa yang dirasakan orang lain. Hatinya mudah tersentuh. Ia selalu Ingin berbuat baik pada orang yang membutuhkan, tak tahan melihat orang dalam kesusahan. Orang yang mempunyai rasa empati yang tinggi memiliki perilaku yang suka menolong terhadap sesama.

Terkadang memang tidak semua orang memiliki tingkat empati yang sama. Ada yang mudah untuk berempati dengan orang lain, dan ada pula yang kesulitan untuk bisa menempatkan diri di posisi orang lain. Namun dengan melatih kepekaan kita terhadap kehidupan dan menyamakan pola pikir kita dengan orang lain bisa meningkatkan rasa empati kita.

Mari kita mencoba memahami realita hidup orang lain, misalnya apa yang terjadi sekarang ini, merasakan apa yang dirasakan petugas medis dalam berjuang merawat pasien covid 19. Mereka tidak bisa pulang menemui keluarganya, hanya bisa bertemu dari jauh. Kemudian kita tempatkan posisi kita menjadi mereka dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. Itu adalah merupakan suatu bentuk empati yang pada akhirnya ingin berbuat sesuatu untuk membantu mereka meski hanya dengan memanjatkan doa.

Begitu pula ketika kita menyaksikan video viral tentang seorang ojek online yang harus mengantarkan makanan, namun disaat yang sama tubuhnya tidak sengaja tersemprot disinfektan. Saat itu ia tidak melindungi dirinya, namun ia melindungi makanannya dengan mendekap makanan itu agar tidak terkena zat kimia. Saat menyaksikannya timbul dalam hati rasa emosional, perasaan tergugah, dan membayangkan andai kita jadi mereka.

Empati harus ditumbuh kembangkan dalam diri kita. Mari kita asah kepekaan rasa empati dengan memperhatikan sekeliling kita. Dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain sangatlah penting. Setiap empati yang muncul dalam diri kita adalah baik, asal jangan berlebihan, karena empati yang berlebihan akan menimbulkan salah arti bagi orang lain.

Salam literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post