Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kasih Sayang dan Kekuatan Cinta

(Tantangan Hari Ke-81)

Oleh : Septa Arfina

Hari sudah sore, matahari sudah bersembunyi sehingga tak tampak lagi cahayanya. Suasana rumah sakit masih seperti biasa. Perawat dan orang yang ingin mengunjungi pasien hilir mudik silih berganti. Aku bergegas membereskan pekerjaanku agar bisa serah terima dengan perawat yang bertugas sore ini. Setelah semuanya rapi, tiba-tiba seorang perawat junior, Dina memanggilku.

“Kak Syifa, ada pasien baru di ruang melati. Namanya Bu Hasna. Beliau minta perawat senior yang memeriksanya. Perawat yang lain sedang bertugas semua Kak,” ujar Dina dengan tersengal-sengal.

“Tenang Din, tarik nafas dulu. Memang ada apa dengan pasiennya? Kenapa beliau tidak mau sama kamu? Dina kan juga berpengalaman.” jawabku sambil mengajak Dina menuju ruang pasien tersebut.

“Iya Kak, Ibu itu tak mau sama Dina. Katanya Dina masih mahasiswa praktik,” ujar Dina sambil berjalan mengikutiku.

Tak lama sampailah aku di ruang melati tempat pasien tersebut dirawat. Kulihat seorang pasien sedang meringis kesakitan. Ia memegang kepalanya sambil matanya terus terpejam. Kemudian kudengar suaranya.

“Suster tolong saya ya. Saya mau sama suster saja ya. Jangan biarkan saya dengan perawat kecil itu,” rintihnya.

Aku berjalan lebih dekat ke arah Bu Hasna dan kemudian memegang kepalanya untuk merasakan apakah suhunya sedang normal atau tidak.

“Bu, coba buka mata Ibu ya, apa yang Ibu rasakan?” tanyaku pelan dan lembut.

Dengan refleks ia langsung membuka matanya.

“Nak Tolong rawat saya ya. Badan saya lemas dan panas, kepala saya juga rasanya berputar. Mungkin penyakit saya kambuh,” ucapnya dengan penuh harap sambil menggenggam tanganku erat-erat.

“Ya Bu, Ibu Tenang ya. Biar saya periksa dulu,” jawabku tenang.

Aku mulai memeriksa Bu Hasna, kuperiksa semuanya. Ternyata tensinya tinggi dan badannya panas. Sepertinya beliau sedang demam. Ku usap kepala Bu Hasna dan sambil memandangnya dengan lembut ku yakinkan beliau aman-aman saja.

“Ibu sudah aman ya, sudah diperiksa dan diberi obat. Saya tinggal dulu ya Bu, Ibu tenang di sini, sebentar lagi dokter juga akan memeriksa Ibu,” ujarku sambil melepaskan pegangan tangan si ibu.

“Suster jangan pergi, tolonglah Nak,” ucap si ibu sambil memelas.

Melihat keadaan Bu Hasna aku jadi tidak tega. Akhirnya kuurungkan niatku untuk meninggalkan beliau. Ini artinya aku akan terlambat pulang. Aku ingat ibuku sedang sendiri di rumah, berarti aku harus memberi tahu beliau bahwa aku terlambat pulang ke rumah hari ini.

Bu Hasna sedang menunggu anaknya yang pulang untuk mengambil barang-barang keperluan Bu Hasna. Sambil menunggu anaknya datang, Bu Hasna bercerita tentang anaknya itu. Ia hanya mempunyai satu orang anak laki-laki. Anaknya bekerja di sebuah perusahaan ternama di kota ini. Ia menjadi orang yang penting di perusahaaan itu, sehingga susah untuk minta cuti. Sedang asyik bercerita tiba-tiba pintu ruangan terbuka.

“Assalamualaikum,” masuk seorang laki-laki berperawakan tinggi dan berbadan tegap, ku yakin ini adalah anak lelaki yang ditunggu oleh Bu Hasna.

“Waalaikumsalam,” jawabku dan Bu Hasna.

Ia menghampiri Bu Hasna. Sambil tersenyum lalu ia mencium kening sang ibu dan mengambil tangannya.

“Bagaimana Bu?, aman ya?,“ sambil tetap menggenggam tangan ibunya.

“Ibu jangan khawatir ya. Di sini rumah sakitnya bagus, dokternya juga bagus. Ibu aman di sini. Tenangkan hati Ibu ya,” bujuknya menenangkan Bu Hasna. Ia tak berhanti memijit tangan ibunya, memeluknya, sesekali menciumnya, sepertinya ia sangat menyayangi ibunya.

Aku terharu melihat pemandangan itu, sungguh beruntung Bu Hasna memiliki anak satu-satunya tapi begitu menyayanginya. Beliau terlihat berbinar-binar ketika anaknya datang. Hari ini aku mendapat pelajaran berharga tentang kasih sayang seorang anak yang membuat orangtuanya menjadi tenang dalam menghadapi sakitnya. Aku jadi teringat ibuku yang menungguku dirumah. Aku ingin cepat – cepat pulang menemui ibuku dan memeluknya dengan penuh kasih sayang seperti yang selama ini juga aku lakukan padanya.

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post