Mari Mengenal Pantun
(Tantangan Hari Ke-89)
Oleh : Septa Arfina
#dirumahaja
Halo Gurusianer yang hebat, kemarin saya sudah memberikan delapan belas contoh pantun karakter. Sebagai guru bahasa Indonesia saya harus memahami tentang pantun, karena pembelajaran pantun diajarkan di sekolah khususnya siswa kelas VII. Dan sangat diharapkan siswa setelah belajar bisa menulis pantun dengan benar sesuai syarat-syarat pantun.
Pantun banyak dikenal orang, baik dalam pembelajaran ataupun dalam acara atau kegiatan tertentu. Sesuai dengan apa yang sudah saya pelajari, pantun termasuk dalam puisi lama. Pantun adalah puisi yang terikat akan sajak atau rima dan bait. Menulis pantun harus mengikuti ciri-ciri pantun atau syarat-syarat pantun. Apa sajakah syarat atau ciri pantun itu?
Syarat pantun atau ciri pantun adalah :
Tiap Bait Terdiri atas Empat baris
Menulis puisi baru tidak terikat akan baris dan bait, puisi baru lebih mementingkan isi dari pada bentuknya. Berbeda dengan pantun, pantun merupakan puisi lama yang penulisannya terdiri atas bait, dan satu bait itu terdiri dari empat baris.
Contoh :
Pantun di atas terdiri atas satu bait, dalam satu bait terdiri dari empat baris.
Tiap Baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
Awal mulanya pantun disampaikan secara lisan, karena itu disampaikan secara singkat tapi padat. Karena itulah setelah ada yang menulisnya dan dipelajari dalam dunia pendidikan di sekolah maka berdasarkan contoh yang sudah ada tiap baris dapat dihitung yaitu hanya 8 sampai 12 suku kata. Maksudnya tiap baris paling sedikit 8 suku kata dan paling banyak hanya 12 suku kata. Ini harus diikuti agar terpenuhi syarat-syarat pantun.
Contoh:
Mempunyai Rima a-b-a-b
Keunikan pantun kita lihat pada rimanya. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. Pada puisi baru persamaan bunyi ini bebas di mana saja. Bisa di awal baris, di tengah baris, atau di akhir baris. Tetapi dalam pantun, persamaan bunyinya hanya terletak pada akhir baris atau ada persamaan bunyi pada akhir barisnya. Rima pada pantun ini adalah a-b-a-b
Contoh:
Pantun di atas baris pertama bunyi akhirnya sama dengan baris ketiga, sedangkan baris kedua sama dengan baris keempat, hal ini dapat diambil kesamaan, kalau kesamaan baris pertama dan ketiga itu adalah a, sedangkan untuk baris kedua dan keempat adalah b, maka rimanya atau sajaknya menjadi a-b-a-b.
Mempunyai Sampiran dan Isi
Pantun ini juga mempunyai keunikan tersendiri, dimana untuk menyampaikan tujuan atau maksudnya, memakai pengantar terlebih dahulu. Pengantar itu berada pada baris kesatu dan kedua, sedangkan isi atau tujuannya terletak pada baris ketiga dan keempat. Pengantar pantun pada baris kesatu dan kedua tidak ada hubungannya dengan isi, tetapi terdapat persamaan bunyinya yang menjadi keterkaitannya dengan baris ketiga dan keempat. Baris pertama dan kedua inilah yang disebut dengan sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat yang merupakan tujuan pantun disebut dengan isi
Contoh:
Nah Gurusianer inilah cara menulis pantun yang dapat saya bagikan, mudah - mudahan dapat menjawab pertanyaan Bapak dan Ibu yang ingin tahu tentang pantun.
Tulisan ini hanya untuk menambah pengetahuan kita tentang pantun. Semoga bermanfaat.
Tetap dirumah saja
Tetap jaga jarak
Kalau keluar jangan lupa pakai masker ya
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan