Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Catatan Ramadhan 4

(Tantangan Hari Ke-104)

TINGKATAN ORANG BERPUASA

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Puasa adalah ibadah yang pengawasaanya dilakukan langsung oleh Allah SWT. Oleh karena itu, balasan bagi orang yang berpuasapun langsung dari Allah SWT yaitu berupa surga-Nya di akhirat nanti. Untuk itu, kita harus memaksimalkan ibadah puasa kita sehingga bisa memberikan hikmah dan pahala yang sempurna untuk diri kita. Tidak hanya sekedar puasa yang menahan haus dan lapar, tapi ada pahala yang lebih sempurna dari Allah sesuai dengan tingkatan puasa yang kita lakukan.

Menurut Imam Al-Ghazali R.A dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin mengungkapkan ada 3 tingkatan orang yang berpuasa, diantaranya :

1.       Puasa Orang Awam atau Umum

Puasa orang awam atau umum adalah puasa yang hanya menahan perut dan syahwatnya saja. Maksudnya, puasa orang awam ini hanya sekedar menahan haus dan lapar saja. Puasa orang awam biasanya sekedar berpuasa menurut tata cara biasa yaitu, berniat, makan sahur, menjalankan puasa, dan berbuka. Jika hal itu telah dilakukan, secara hukum puasa ia telah melaksanakan kewajiban berpuasa. Puasanya telah sah secara ilmu syariat .

.

2.       Puasa Orang Khusus

Puasa orang khusus ini lebih tinggi dari puasa orang awam. Disamping menahan haus dan lapar, ia juga menahan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan-perbuatan dosa. Baik berupa ucapan maupun perbuatan. Tingkatan ini menuntut orang berpuasa secara lebih hati-hati dalam berbuat. Ia akan menahan matanya dari melihat hal-hal yang diharamkan. Ia akan menahan telinganya dari mendengarkan hal-hal yang buruk. Ia akan menahan lisannya untuk mengucapkan hal-hal yang dilarang. Ia akan menahan tangannya dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan Rasul. Ia akan menahan kakinya dari melangkah menuju hal-hal yang yang diharamkan oleh Allah dan Rasulnya. Serta seluruh anggota badannya ia jaga agar tidak berbuat yang maksiat. Inilah tingkatan puasa orang shaleh.

.

3.       Puasa Orang Sangat Khusus

Puasa orang sangat khusus adalah berpuasanya hati dari keinginan-keinginan yang rendah dan duniawi serta menahan hati dari segala hal yang membatalkan puasa. Tujuannya hanya mencari ridha Allah. Puasanya totalitas, mulai dari anggota tubuh juga hatinya. Puasanya lahir dan batin. Inilah puasa yang tingkatannya paling tinggi, sehingga paling berat untuk dicapai. Puasanya menahan haus dan lapar, menahan seluruh anggota badan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul,  serta menahan hati dari segala urusan duniawi. Pikirannya hanya fokus pada akhirat, ia hanya memikirkan ibadah kepada Allah. Tidak ada selain itu. Semua urusan yang ia kerjakan karena Allah. Inilah puasa para Nabi dan sahabatnya.

 .

Nah Gurusianer, terkadang kita tidak tahu kita masuk golongan yang mana, karena betapa banyak orang yang puasa namun balasannya hanyalah lapar dan haus semata. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Semoga kita senantiasa meningkatkan kadar puasa kita menuju puasa yang lebih tinggi tingkatannya dari waktu ke waktu. Aamiin YRA.

 

Demikian yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

Salam Literasi.

 

Karawang, 27 April 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post