Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Warna Warni Belanja di Tukang Sayur

(Tantangan Hari Ke-96)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Pagi ini, semenjak di rumah saja, saya menjalani rutinitas melaksanakan pekerjaan rumah dari depan sampai belakang. Pekerjaan yang menjadi rutinitas satu lagi adalah tiap pagi berbelanja sayur. Kebetulan tempat belanja sayurnya di ujung rumah, tapi masih di dalam komplek.

Sesuai dengan anjuran pemerintah, saya belanja sayur tetap pakai atribut yan dianjurkan yaitu menggunakan masker, kadang tangan dibungkus dengan kantong plastik kalau mau milih-milih dan untuk menerima uang kembalian. Itulah salah satu cara bagi saya untuk menghindari kemungkinan tertularnya virus yang lagi heboh saat ini.

Namun setiap hari belanja bertemu berbagai banyak ibu-ibu yang punya cara untuk menghindari penularan COVID-19 ini kadang membuat kita jadi senyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak, sepertinya kita semua takut dan akhirnya saling curiga.

Saat memilih sayur, tiba-tiba ada seorang ibu yang bersin kemudian batuk. Semua mata tertuju padanya, bahkan ada yang langsung menghindar atau menjauh. Padahal mungkin ibu tersebut hanya flu atau bisa saja sensitif penciumannya, sehingga saat ia mencium bau amis ikan atau bau apa yang menyengat, maka ia akan langsung bersin. Seperti suami saya di rumah, kalau saya goreng cabai, maka suami tidak akan berhenti bersin sampai saya selesai menggoreng.

Tiba-tiba datang sebuah mobil lalu dibukanya kaca mobil tersebut, terlihat seorang ibu lengkap dengan segala atributnya memanggil abang sayur.

“Bang, saya beli ini, itu, ini, itu, berapa semuanya? Tolong antar kesini ya,” ucap ibu tersebut sambil menutup kaca mobilnya. Tampaknya ibu tersebut takut sekali bertemu orang-orang. Ada juga yang mengambil bahan-bahan dan sayur sambil jinjit tangannya, mungkin biar tidak kotor atau entah apa yang ada dalam pikirannya. Karena tertutup masker, belanja di komplek juga seperti tidak ada yang kenal. Belanja langsung pergi, tak ada basa-basi seperti yang dulu dilakukan. Biasanya saat belanja sayur adalah saat para ibu saling bertegur sapa, atau bercerita, tapi bukan bergosip ya (he..he..) karena setelah itu sudah sibuk dengan urusan masing-masing.

Saya hanya berpikir sendiri, sampai seperti ini COVID-19 mengubah tatanan berteman, bertetangga. Tegur sapa menjadi tidak penting lagi. Senda gurau sudah tidak ada lagi, bahkan tetangga dekat rumah pun hanya mengintip lewat jendela alias tidak keluar sama sekali. Takut. Semua karena situasi covid-19.

Sungguh tidak enak situasi seperti ini, ingin semua cepat berlalu. Ingin semua normal kembali. Ingin bersosialisasi lagi dengan teman, tetangga, dan sanak saudara. Keadaan seperti ini sungguh tidak kita inginkan. Mari kita berdoa bersama agar wabah ini cepat pergi dan kehidupan kita normal kembali.

Salam literasi

Selalu jaga jarak

Jangan lupa cuci tangan

Dirumah saja

Jangan lupa pakai masker kalau keluar rumah

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post