Catatan Ramadhan 16
(Tantangan Hari Ke-116)
MENGHAYATI MAKNA SABAR
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Saya membaca sebuah kisah di grup Whatsapp yang dikirim teman yang diambil dari Ruang Hati. Setelah membaca kisah ini air mata jatuh berderai. Rasanya sedih terbawa sampai ke hati. Terasa jika itu adalah suami sendiri, entah bagaimana yang akan terjadi dalam menghadapi kehidupan ini. Cerita itu mengisahkan tentang seorang ayah yang kehilangan pekerjaannya, atau kena PHK. Efek dari COVID-19 semua jadi terhenti. Akhirnya sang ayah bergabung di Gojek. Namun hari demi hari penumpang pun tak ada. Semua orang takut keluar rumah karena situasi corona ini. Sang ayah bingung, kasihan melihat anak istri. Hari ini yang mau dimakan sudah tidak ada. Tapi dia sendiri juga tidak tahu harus melakukan apa. Akhirnya berangkatlah ia keluar rumah dan singgah di sebuah masjid. Ia tak tahu mau mengadu kepada siapa. Tiada yang bisa membantu, kemudian ia berwudhu dan shalat. Selesai shalat ia melamun dalam masjid seraya dalam hati berdoa agar Allah memberi petunjuk untuknya. Terbesit dalam pikirannya untuk mengambil selembar uang yang berada dalam kotak amal. Diambil satu lembar saja yang berwarna merah sudah bisa menyelamatkan keluarganya dari rasa lapar untuk beberapa hari. Tapi niat itu dihapusnya dalam pikirannya. Ia masih sadar bahwa itu perbuatan yang tidak disukai Allah. Ia tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Ia berdoa sambil memohon dengan sungguh-sungguh. Alah menjawab doanya, tiba-tiba ada seorang jamaah masjid yang membutuhkan seorang supir karena supirnya pulang kampung dan minta berhenti. Jamaah tersebut baru bersyukur karena istrinya sembuh dari koma. Ia bernazar untuk memberikan sedekah pada anak-anak yatim piatu, dan supirnya tidak ada, ia meminta sang laki-laki itu untuk bekerja dengannya sebagai supir. Hari itu setelah selesai tugasnya mengantar jamaah yang baik hati itu, ia pun pulang kerumahnya. Tak henti-hentinya ia berucap syukur. Hari ini ia mendapat makanan dan beberapa lembar uang dari bapak yang ia bantu tadi, bahkan besok ia langsung bekerja sebagai supir pribadi sang bapak. Terbayang istri dan anak-anaknya menunggunya di rumah.
***
Bulan Ramadhan ini kita punya kesempatan untuk melatih kesabaran kita. Melatih kesabaran memang berat dan terkadang pahit, namun akan berbuah manis. Allah SWT berfirman,
“wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. AlBaqarah : 153)
Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Sungguh kalimat yang menyejukkan hati. Dengan selalu sabar menghadapi setiap kesulitan, maka Allah akan selalu bersama kita. Siapa yang tidak gembira jika Allah berada bersamanya.
Terkadang hidup ini memang sulit. Banyak rintangan dan banyak pula godaan. Namun tetaplah di jalan yang lurus. Berusaha maksimal dan mintalah pertolongan Allah sambil tetap bersabar. InshaAllah Allah akan selalu bersama kita. Bahkan dalam surat Ali Imran ayat 136 Allah berfirman,
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran : 136)
Sungguh beruntung kalau kita dicintai oleh Allah, suatu hal yang diinginkan oleh semua muslim. Maka tetaplah bersabar dengan segala ujian yang diberikan Allah.
Sabar dari setiap masalah. Misalnya kesabaran dalam menahan amarah, kesabaran dalam melawan godaan hawa nafsu, kesabaran dalam menghadapi cobaan, dan banyak lagi hal-hal yang mengharuskan kita tetap bersabar.
Tak jarang kita harus jatuh bangun menghadapi kehidupan, kita harus menghadapi sekian banyak cobaan. Namun beruntunglah orang-orang yang sabar. Orang yang sabar dalam menghadapi cobaan itu. Maka dari itu kita bisa dikatakan bersabar manakala kita mampu mengendalikan diri dan mengontrol emosi, lisan, dan seluruh anggota badan saat menghadapi musibah atau situasi yang tidak menyenangkan yang menimpa kita. Kita tetap dalam garis ketaatan seraya tawakal dan memohon pertolongan Allah.
Sabar adalah pilar kebahagiaan seseorang. Oleh karena itu, mari kita berusaha melatih kesabaran kita agar terjaga dari segala yang merugikan kita.
Demikian catatan Ramadhan hari ini, semoga bermanfaat.
Salam literasi
Karawang, 9 Mei 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan