Memaksimalkan Peran Guru dan Ibu di Tengah Pandemi Covid-19
(Tantangan Hari Ke-111)
LOMBA MENULIS MEDIAGURU - DI RUMAH AJA
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Pandemi Corona menuntut kita untuk bisa memaknai tentang hidup, pembelajaran, dan nilai kehidupan lainya. Pandemi yang terjadi secara menyeluruh ini membuat kebiasaan dan rencana yang telah kita susun berubah cepat seketika.
Begitu juga dengan dunia pendidikan. Kementerian pendidikan dan kebudayaan mengambil keputusan dengan cepat dan bijak kepada seluruh jajaran pendidikan untuk belajar di rumah sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. Perubahan ini tentu mengharuskan kita bersiap diri untuk mencari hal baru yang bisa kita berikan kepada peserta didik.
Begitu juga dengan sekolah kami. Kepala sekolah merespon dengan cepat kebijakan Menteri Pendidikan dan memberikan arahan kepada seluruh guru untuk melaksanakan physical distancing dengan memberlakukan pembelajaran dari rumah.
Sebagai seorang guru yang saat ini ditugaskan mengajar kelas 9, saya berusaha mempelajari petunjuk teknis mengenai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk memberikan pembelajaran yang maksimal, saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya. Hal ini juga saya lakukan untuk kemajuan siswa selama masa pandemi ini.
Minggu pertama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimulai dengan memberikan pembelajaran mengenai COVID-19 dan apa yang harus dilakukan siswa agar bisa terhindar dari penularan COVID-19 ini. Kemudian saya menugaskan siswa untuk membuat poster tentang pencegahan penularan COVID-19 sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Kemendikbud yaitu Pelajar Indonesia Bersama Melawan COVID-19.
Minggu selanjutnya adalah jadwal siswa kelas 9 untuk melaksanakan ujian praktik. Dalam hal ini, saya memberikan pilihan beberapa bentuk tugas dan siswa dipersilakan memilih tugas mana yang dianggap mudah. Tugas ini dibuat dengan menggunakan Google Classroom, Whatsapp, dan Instagram. Alhamdulillah siswa senang mengerjakannya karena dapat memilih jenis tugas yang mereka sukai, sehingga tugas dapat selesai dengan mudah tanpa ada keluhan.
Akhirnya sampailah pada jadwal ujian sekolah. Dengan situasi yang ada, maka sekolah harus menyesuaikan dengan mengadakan ujian online. Ujian ini bisa terlaksana berkat kerja sama antara sekolah, orangtua, guru, serta peserta didik. Sebagai wali kelas, saya selalu mengingatkan siswa dan memberikan bantuan jika ada siswa yang mengalami kesulitan selama mengerjakan ujian online. Peran serta orang tua murid juga sangat membantu kegiatan ini. Komunikasi antara wali kelas dengan orang tua murid harus terjalin dengan baik. Kami bersinergi membantu dan mengarahkan siswa dalam mengerjakan tugas atau ujian. Berkat kerjasama dari berbagai pihak, ujian online dapat diselesaikan dengan baik.
Tak lupa juga selama bekerja di rumah, saya selalu menambah ilmu pengetahuan untuk pengembangan diri. Dengan situasi yang terjadi saat ini, banyak seminar yang dilakukan secara online. Saya pun dengan semangat mengikuti berbagai seminar. Alhamdulillah Mediaguru juga mengadakan webinar yang dapat menambah ilmu pengetahuan. Dan yang tak pernah ketinggalan untuk saya lakukan adalah menulis di blog gurusiana sebagai sarana untuk mengasah kemampuan menulis.
Di samping memaksimalkan peran sebagai guru dan seorang pembelajar, bekerja di rumah membuat saya punya waktu untuk menjadi seorang ibu seutuhnya. Saya bisa memberikan perhatian lebih kepada keluarga yang mungkin di hari-hari sebelum corona kegiatan ini tidak bisa dilakukan maksimal. Saya dan keluarga banyak menghabiskan waktu dengan bercerita dan mencoba hal-hal baru seperti memasak menu makanan baru bersama anak, beribadah bersama, serta lebih banyak waktu untuk menghubungi orangtua dan keluarga lainnya.
Banyak sisi positif yang bisa kita dapatkan selama berkerja di rumah. Rumah bisa menjadi sekolah, menjadi madrasah, menjadi restoran bahkan dapat menjadi tempat bereksperimen tentang berbagai hal.
Demikian kegiatan saya selama bekerja di rumah, semoga pandemi COVID-19 ini segera berlalu dari negeri yang tercinta ini dan kita dapat beraktivitas kembali seperti biasa.
DATA DIRI PENULIS
Hj. Septa Arfina S.Pd lahir di Tanah Datar, 7 September 1967. Sehari-hari bekerja sebagai seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Karawang Barat. Bertempat tinggal di Telukjambe, Karawang.
Email: **(censored)**.
Nomor HP/WA: **(censored)**Adapun buku yang sudah diterbitkan adalah Sekelumit Rinduku Untuk Duku (novel), Sejuta Kata Cinta (antologi), dan Jalan Terang Guru Pemenang (antologi). Penulis juga aktif menulis di blog gurusiana septaarfina.gurusiana.id. Juara 3 OGN Bahasa Indonesia Kabupaten Karawang tahun 2018. Aktif menjadi pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Menjadi pengurus Komunitas literasi Kabupaten Karawang. Menjadi Kepala Perpustakaan SMPN 3 Karawang Barat. Pembina Ekstrakurikuler Literasi SMPN 3 Karawang Barat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan