Istri Pertama
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-141)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Setiap pulang sekolah saya selalu menyempatkan diri untuk sholat dzuhur di mesjid dekat sekolah tempat saya mengajar. Sama seperti siang ini saya singgah dulu di mesjid yang bersih dan nyaman. Setiap sholat disini hati selalu tenang. Saya bersujud sangat lama untuk berdoa kepada Allah memohon kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Ada sesuatu yang menarik yang saya alami setiap kali sholat di mesjid ini. Saya selalu bertemu seorang wanita cantik yang usianya mungkin dua tahun lebih tua dari usia saya. Wanita itu mendekati dan memperhatikan saya. Ia tersenyum dan memperkenalkan diri. Setelah kami berkenalan akhirnya kami kembali ke rutinitas masing-masing.
Hari ini sehabis rapat dengan kepala sekolah, adzan dzuhur berkumandang. Saya bergegas mengambil mukena kemudian berjalan menuju mesjid. Sesampainya di dalam mesjid, saya langsung merasa tenang. Selesai sholat saya berdoa, namun saya tidak langsung pergi. Saya sengaja istirahat sebentar. Saat istirahat, wanita cantik kemarin bertemu lagi. Wanita itu berjalan dan menghampiri lagi. Kemudian ia bercerita banyak hal. Wanita itu bertanya apakah saya sudah menikah atau belum, karena memang saya belum menikah, wanita itu berniat mencarikan saya jodoh. Ia menjodohkan saya dengan lelaki yang sangat ia kenal. Menurutnya lelaki itu sangat baik. Awalnya saya tidak tertarik, tapi karena saya dan wanita itu sering bertemu, ia pun memperkenalkan lelaki yang ia maksud. Lelaki itu adalah mas Rudi. Kesan pertama saya adalah ia merupakan lelaki yang baik, mapan dan sholeh. Akhirnya saya menyetujui perjodohan ini. Jodoh yang dicarikan oleh mbak Irna, wanita yang selalu bertemu setiap kali aku sholat di mesjid ini.
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam 28 tahun hidup saya. Saya akan menikah dengan Mas Rudi. Rasanya bahagia sekali. Akhirnya Allah mendatangkan jodoh saya. Mudah-mudahan saja Mas Rudi memang lelaki yang terbaik. Acara pernikahan akan dimulai seluruh kerabat juga sudah hadir. Petugas KUA juga sudah datang. Pernikahan akan dimulai. Sebelum menikah wali hakim melihat semua yang hadir. Mbak Irna juga ikut hadir. Saya pikir kehadirannya hanya karena ialah yang menjodohkan kami. Mata kami saling bertemu dan Mbak Irna tersenyum. Kebetulan dia duduk hampir dekat dengan Mas Rudi. Namun tiba-tiba saya hampir tak percaya. Rasanya jantung berdegup kencang, bumi serasa berguncang, ketika wali hakim mengucapkan kata pertama, “Apakah Mbak Irna mengizinkan Mas Rudi untuk menikah lagi?“ lalu dijawab dengan lembut oleh Mbak Irna “InshaAllah Pak Hakim.” Saya hanya diam terpana dan tak percaya semua rahasia ini. Ternyata Mbak Irna adalah istri pertama Mas Rudi. Lalu saya ini siapanya? Perlahan pandangan saya gelap dan tidak tahu apa-apa lagi.
Salam literasi
Karawang, 3 Mei 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan