Jembatan Generasi Masa Depan
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-164)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Saat sedang istirahat, saya sengaja mendengar info-info tentang dunia pendidikan dan guru melalui akun instagram Ditjen GTK Kemdikbud. Banyak info yang bermanfaat yang bisa kita ambil melalui akun ini. Info tentang guru, tentang pendidikan atau apa saja yang berhubungan dengan guru. Seperti tadi siang, saya sengaja mendengarkan apa yang disampaikan oleh Dirjen GTK, Bapak Iwan Syahril dalam sebuah acara. Saya mendengar dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan beliau. Andai kita dan semua orang berpikir seperti beliau, saya yakin negara kita ini akan semakin jaya. Generasi muda kita akan bisa memegang tongkat estafet bangsa ini. Menjadi penerus bangsa yang hebat yang mencintai negeri ini dengan sepenuh hati.
Saya merasa terharu mendengar untaian kata dari beliau. Apa yang beliau sampaikan sangatlah benar adanya. Menurut beliau, kita harus bersama-sama membangun jembatan bukan tembok. Jembatan untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Saling memahami aspirasi. Beliau mengharapkan kita berdiri di atas kepentingan bangsa dan negara, bukan di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Beliau juga berpesan jadilah jembatan untuk menjemput pengetahuan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kita adalah pewaris nenek moyang, untuk itu mari kita gapai cita-cita bersama yaitu Indonesia merdeka lahir batin.
Bapak Iwan berpikir tentang revolusi belajar, revolusi yang cara berpikirnya mensyaratkan kita untuk menjawab panggilan kodrat zaman kita, yang bertujuan untuk melayani. Melayani anak-anak generasi penerus bangsa, para pemimpin penerus masa depan negeri ini. Bukan lagi untuk generasi masa kini. Pada generasi masa depan inilah kita titipkan segala asa dan harapan. Untuk itu kita harus bekerja keras untuk mempersiapkan lahirnya generasi ini. Kerja keras tanpa pamrih, ikhlas dan produktif.
Apa yang disampaikan beliau mengandung pesan tersirat kepada kita sebagai seorang pendidik. Agar kita benar-benar menyiapkan generasi masa depan yang akan menjaga negeri ini. Kita berusaha membentuk generasi muda yang cerdas, baik dan berahlak mulia. Menjadikan mereka seorang pemimpin masa depan yang tangguh yang mampu bersaing dengan negara lain dalam bidang kualitas SDMnya.
Saya merasa terpanggil untuk bisa mewujudkan apa yang beliau harapkan dari generasi muda bangsa ini. Semoga saja kita akan selalu berusaha bekerja keras, ikhlas dan tanpa pamrih. Semoga kita semua berkeinginan seperti apa yang diharapkan oleh beliau. Aamiin.
Salam literasi
Karawang, 26 Juni 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan