Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Majas

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-153)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan seseorang untuk meyampaikan sebuah pesan secara inajinatif dan kias. Majas sering digunakan dalam menulis puisi atau dalam menyampaikan bahasa yang bermakna kias atau bermakna konotasi. Terkadang majas juga digunakan untuk menyatakan perbuatan seseorang dengan bahasa yang lain tapi tujuannya sama.

Majas secara garis besar dibagi empat kelompok :

1. Majas perbandingan

2. Majas pertautan

3. Majas pengasan

4. Majas pertentangan

Majas Perbandingan

Majas ini merupakan gaya bahasa yang membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses kesamaan sifat atau untuk menggantikan apa yang dimaksud.

Majas perbandingan terdiri dari:

1. Personifikasi

Personifikasi suatu majas atau gaya bahasa yang disebut juga Penginsanan, atau suatu gaya bahasa dimana benda lain berbuat seolah-olah seperti manusia.

Contoh :

a. Kursi ini menjadi saksi pertemuan kita.

b. Hujan membasuh debu di halaman selama kemarau.

c. Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam.

d. Matahari bersembunyi dibalik awan.

e. Bulan tersenyum menyinari malam.

f. Angin berbisik membelai rambutku.

g. Ombak berkejar-kejaran di tepi pantai.

h. Salju turun menyelimuti seluruh isi kota.

2. Metafora

Majas atau gaya bahasa yang membandingkan langsung suatu keadaan dengan objeknya berdasarkan kesamaan sifat. Gaya bahsa metafora banyak dipakai dalam berbagai karya sastra yang tujuannya untuk mengungkapkan suatu makna dengan penekanan pada kesan yang ditimbulkannya.

Contoh :

a. Ibu akan selalu menyayangi buah hatinya

b. Nisrina adalah bintang kelas di kelas kami.

c. Bunga desa itu selalu digoda pemuda yang singgah di desanya.

d. Kami membawa buah tangan saat mengunjungi nenek.

e. Pak harjo adalah tangan kanan ayahku di kantornya.

f. Anak yang kutu buku itu selalu menang dalam pertandingan cerdas cermat.

g. Dewi malam menyinari malam .

h. Rina anak yang pintar, namun ia selalu rendah hati.

Nah Gurusianer, demikianlah tulisan tentang majas, masih ada majas yang lain, besok kita lanjutkan lagi. Semoga bermanfaat.

Salam literasi.

Karawang, 15 Juni 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post