Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Meresensi dengan Asyik

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-142)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Selama pandemi corona atau wabah Covid-19 yang masih belum membaik, seluruh aktivitas masih dilakukan di rumah. Seluruh aktivitas dilakukan melalui sistem jejaring atau online. Tak terkecuali pembelajaran yang juga ikut terkena dampak Covid-19 ini. Hal ini tidak menyurutkan semangat belajar-mengajar para pendidik dan peserta didik.

Dengan adanya pembelajaran online ini, para siswa dan guru dapat mengasah kemampuan mereka baik dari sisi akademik maupun non akademik. Selain itu, dengan adanya internet, peserta didik dapat belajar untuk mencari tahu, belajar untuk melakukan, belajar untuk menjadi sesuatu, dan belajar untuk bisa berkembang dengan pendekatan yang sangat berbeda dengan pembelajaran sebelumnya di mana guru menjadi satu-satunya sumber belajar. Di sinilah peran para pendidik agar bisa efektif memberikan arahan yang tepat, sehingga peserta didik dapat mencari tahu sumber belajar yang lain melalui internet atau daring.

Sebagai guru yang merasakan dampak dari pandemi ini, saya berusaha melakukan sesuatu yang terbaik untuk siswa saya. Saya berusaha mencari model pembelajaran yang tidak membuat siswa merasa sulit untuk mengerjakannya tetapi juga tidak membosankan. Kebetulan saat terjadinya masa pandemi Covid-19 ini, siswa kelas IX memasuki jadwal kegiatan uji praktik. Uji praktik ini harus tetap dilaksanakan meskipun dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pelaksanaan uji praktik mengambil materi menanggapi sebuah karya. Dalam hal ini saya meminta siswa untuk menanggapi sebuah buku yang ditentukan oleh siswa. Menanggapi sebuah buku hampir sama dengan kita mengulas sebuah buku atau meresensi sebuah buku. Untuk tidak menyulitkan siswa, mereka bebas memilih buku yang mereka suka. Boleh buku fiksi atau buku ilmu pengetahuan. Anak-anak merasa lebih nyaman mengerjakannya karena buku yang akan digunakan ditentukan oleh mereka sendiri.

Untuk pelaporan tugasnya, saya juga memberi pilihan kepada siswa. Boleh melalui Whatsapp, Google Classroom, atau Instagram. Mengapa saya memilih aplikasi ini? Dari hasil pengamatan saya, hampir semua anak mempunyai whatsapp. Setiap hari mereka berkomunikasi melalui whatsapp. Selain whatsapp, anak jaman sekarang hampir semuanya memiliki Instagram. Hal ini tentunya akan memudahkan mereka untuk mengunggah tugas, karena aplikasi ini sudah biasa mereka gunakan setiap hari. Sedangkan untuk google classroom juga sudah biasa saya pakai dalam pembelajaran sehari-hari sebelum adanya pandemi Covid-19 ini.

Dengan adanya pilihan bentuk pelaporan tugas ini, siswa tidak merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas praktiknya. Mereka mengerjakan dengan senang hati. Mereka tinggal memilih aplikasi mana yang menurut mereka mudah. Setiap siswa yang melaporkan tugas selalu dengan gembira. Bahkan mereka merasakan bahwa tugas yang diberikan ini menarik baginya, karena mereka bisa unjuk kebolehan dalam mengekspresikan diri. Berbagai gaya dan cara yang mereka tampilkan saat menyampaikan resensi buku yang mereka pilih. Bahkan tak sedikit siswa yang menyunting video mereka sekreatif mungkin agar terlihat lebih menarik, seperti menambahkan animasi dan menambahkan backsound. Pilihan ini benar-benar tidak membuat mereka bosan dalam mengerjakan tugas uji praktik. Menurut mereka, uji praktik bahasa indonesia sungguh menarik dan inspiratif.

Pilihan aplikasi dalam pelaporan tugas uji praktik siswa ternyata membuat siswa mengerjakan tugas dengan semangat. Setiap siswa mengirimkan tugas dengan aneka gaya. Hal ini membuat guru menjadi puas dengan hasil kerja siswa. Pemberian tugas dengan sistem ini menjadikan pembelajaran daring menjadi tidak membosankan.

Demikian pengalaman saya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring. Mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca.

Salam literasi.

Karawang, 4 Juni 2020

DATA DIRI PENULIS

Hj. Septa Arfina S.Pd lahir di Tanah Datar, 7 September 1967. Sehari-hari bekerja sebagai seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Karawang Barat. Bertempat tinggal di Telukjambe, Karawang.

Email: **(censored)**.

Nomor HP/WA: **(censored)**

Adapun buku yang sudah diterbitkan adalah Sekelumit Rinduku Untuk Duku (novel), Sejuta Kata Cinta (antologi), dan Jalan Terang Guru Pemenang (antologi). Penulis juga aktif menulis di blog gurusiana septaarfina.gurusiana.id. Juara 3 OGN Bahasa Indonesia Kabupaten Karawang tahun 2018. Aktif menjadi pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Menjadi pengurus Komunitas literasi Kabupaten Karawang. Menjadi Kepala Perpustakaan SMPN 3 Karawang Barat. Pembina Ekstrakurikuler Literasi SMPN 3 Karawang Barat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post