Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pentigraf (4) Misteri Hilangnya Durian

(Tantangan Gurusiana 365 Hari ke-156)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Musim durian telah tiba. Biasanya kalau musim durian tiba, saya dan keluarga akan mencari ke daerah yang duriannya banyak, enak, dan murah. Saya dan kakak berencana mencari durian ke daerah tempat saya mengajar yaitu daerah Duku. Pagi-pagi kami sudah berangkat karena daerahnya lumayan jauh dari kota tempat tinggal saya yaitu kota Padang. Kami berangkat dengan menggunakan mobil pick up biar kalau dapat durian banyak, bisa disimpan di bak belakang. Kami menikmati perjalanan dengan pemandangan aliran sungai di sepanjang jalan menuju Pesisir Selatan. Pemandangannya masih alami. Sambil menikmati pemandangan, kami perhatikan juga kebun kiri kanan kalau-kalau ada yang panen durian dan menjualnya.

Akhirnya tibalah kami di daerah Duku dan menemukan kebun durian yag sangat luas. Wow bau duriannya sudah menyengat hidung. Kebetulan pemiliknya juga sudah saya kenal. Jadi kami mudah untuk tawar menawar harganya. Sebelum itu, kami istirahat dulu di kebun sambil makan durian, saat dibuka, semua langsung berebut dan habis dalam sekejap. Buka lagi dan lagi. Pokonya kami makan durian sepuasnya sebelum dipilih untuk dibawa pulang. Bapak pemilik kebun sangat senang karena saya adalah guru yang mengajar anaknya di Duku. Tak terasa haripun hampir sore, saya dan kakak memilih durian yang akan dibawa pulang. Bapak pemilik kebun juga dengan semangat memilihkan durian yang bagus untuk kami. Akhinya terkumpul sebanyak 10 buah dan diantar ke mobil, di simpan di bak bagian belakang dan ditutup dengan tikar. Setelah semuanya selesai dan melakukan pembayaran kamipun pamit pulang.

Kami pulang dengan perasaan senang. Orang-orang yang menunggu dirumah pasti akan senang. Mereka memang sengaja menuggu kami membawa durian kesukaan keluarga. Saya menikmati lagi perjalanan pulang. Suasana sore diperjalanan menyenangkan juga. Matahari sudah mulai turun ke peraduannya. Angin berhembus dengan lembut. Pemandangan alam sungguh mempesona. Tak lama dalam perjalanan, kami akan tiba memasuki kota padang. Tiba-tiba perjalanan macet. Ternyata di depan ada perbaikan jalan. Akhirnya kami berjalan dengan perlahan. Para pemuda berdiri dipinggir jalan untuk mengatur kemacetan. Lumayan lama kami terjebak macet, akhirnya sampai juga kami di rumah. Kami datang seluruh keluarga menyambut dengan riang, sudah terbayang makan durian dengan ketan yang sudah disiapkan ibu di rumah. Semua berlari ke mobil mendekati bak belakang. Kemudian dibukalah tikar penutup durian, ternyata alamakkk!! Durianya tidak ada, hilang entah kemana. Saya dan kakak terkejut. Sambil berpikir keras tentang durian, terlihat wajah-wajah kecewa keluarga saat melihat durian tidak ada. Ya Allah sungguh kasian mereka. Tapi apa hendak dikata kami juga tak tahu duriannya kemana. Sampai saat ini masih jadi misteri hilangnya durian.

Salam literasi

Karawang, 18 Juni 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post