Pentigraf (8) - Gadis Misterius
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-167)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Lonceng kecil yang terletak di atas pintu bergoyang antusias. Menandakan ada pengunjung yang datang. Ridho melihat ke arah pintu, berharap yang datang adalah orang yang dia tunggu. Ridho kembali memesan teh hangat pada pramusaji. Ini sudah ke-4 kalinya ia memesan teh hangat, padahal ia tidak begitu menyukai teh.
Ridho merasa penantiannya kali ini akan berakhir. Ia sudah menanti cukup lama agar bisa bertemu dengan gadis yang telah memberi harapan yang begitu banyak padanya. Ia tak ingin harapannya menjadi kekecewaan yang menyakitkan hatinya sampai ia harus meredam semua amarahnya pada gadis yang selalu membuatnya tak berdaya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Ridho mulai gelisah. Gadis yang dia tunggu tak kunjung datang. Dengan langkah gontai ia berdiri setelah membayar makananya. Ia berjalan tanpa melihat kiri kanan sehingga tak sengaja menubruk seseorang. Ternyata itu adalah sahabat lamanya. Sahabatnya menceritakan bahwa Ranti meninggal karena kecelakaan satu bulan yang lalu. Ridho terpana, ia tak percaya. Bukankah itu gadis yang ia tunggu akhir-akhir ini? Sudah empat kali malam minggu Ranti meminta Ridho untuk bertemu dengannya di Kafe tempat mereka biasa bertemu. Jadi siapa yang mengirim pesan setiap malam minggu itu?
Salam literasi
Karawang, 29 Juni 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan