Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tantangan yang Membawa Keberuntungan

Lomba Menulis Gurusianer Emas Media Guru dengan Tema "The Power of Kepekso, Sukses Tantangan Menulis 90 Hari di Gurusiana”

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-147)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Tak disangka akhirnya saya jatuh cinta dengan menulis, jatuh cinta dengan Gurusiana, jatuh cinta dengan Media Guru. Itulah yang saya rasakan sekarang. Benar kata pepatah “Tak Tahu Maka Tak Kenal, Tak Kenal Maka Tak Cinta, Tak Cinta maka Tak Sayang.“ Kenalilah dulu maka nantinya kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Dulu saya jarang sekali menulis. Banyak yang dipikirkan sebelum menulis. Takut salah, takut tidak dibaca orang dan lain sebagainya. Ada rasa tak percaya diri dengan hasil tulisan yang sudah dibuat. Terkadang habis ditulis disimpan atau dibuang. Itu dulu, sebelum saya mengikuti tantang gurusiana yang diselenggarakan oleh Media Guru.

Saat pertama kali akan mengikuti tantangan ini, hati juga tidak yakin. Apa saya bisa ya? Bagaimana nanti kalau sekiranya saya tidak mampu? Pertanyaan demi pertanyaan menari dalam kepala saya. Lama saya merenung dan memutuskan apakah saya akan mengikuti tantangan ini atau tidak, karena jika saya sudah memutuskan, maka saya harus berkomitmen dengan diri sendiri untuk menyelesaikannya. Prinsip hidup harus tetap dipakai dalam tantangan menulis ini. Kalau sudah berjalan pantang surut walau satu langkah.

Saat mengikuti tantangan ini, banyak godaan dan halangan datang silih berganti. Mulai dari rasa malas, sibuk dengan tugas sekolah, kehabisan ide, ketiduran sampai mendekati waktu malam, ditambah lagi ada tulisan yang sudah ditulis tiba-tiba hilang karena lupa disimpan. Rasanya ingin menangis saat itu. Pernah terpikir ingin menyudahi saja setelah tantangan 30 hari selesai. Tapi semua itu tidak terjadi. Alhamdulillah semua itu bisa terkalahkan dengan mengingat komitmen tadi. Kalau sudah memutuskan pantang surut walau satu langkah. Beruntung sekali saya punya keluarga yang sangat mendukung program ini. Terkadang suami dan anak pun ikut mengingatkan saya apakah sudah menulis atau belum di gurusiana. Dukungan mereka sangat berarti buat saya.

Akhirnya seiring berjalannya waktu, tahap demi tahap terlewati. Saya mampu menyelesaikan tantangan 30 hari, kemudian mampu menyelesaikan tantangan 60 hari, dan mampu menyelesaikan tantangan 90 hari. Berawal dengan keraguan dan keterpaksaan akhirnya saya bisa melewati semuanya. Menulis setiap hari tanpa jeda. Saya tetap memegang komitmen dalam mengikuti tantangan menulis ini.

Menulis akhirnya menjadi suatu kebiasaan bagi saya. Ada yang kurang rasanya kalau belum menulis di gurusiana. Mengikuti tantangan ini membuat saya lebih banyak belajar tentang tata cara menulis yang baik dan benar. Berusaha meminimalisir kesalahan dalam menulis. Inilah bentuk pelatihan dalam tantangan menulis ini.

Pencapaian ini membawa perubahan dalam kehidupan sosial di lingkungan saya tinggal dan bekerja. Karena menulis kita lebih dikenal melalui tulisan. Tulisan yang dibagikan banyak yang membaca, akhirnya lingkungan memberikan apresiasi. Menulis juga menambah rasa percaya diri karena banyak menambah wawasan dari hasil membaca karya teman atau gurusianer yang lain. Satu lagi hasil dari menulis adalah kita bisa menambah koleksi karya kita baik tunggal ataupun dalam bentuk antologi.

Saya merasa beruntung mengikuti tantangan ini. Banyak sisi positif yang saya rasakan berada dalam naungan media guru dan gurusiana ini. Banyak teman, banyak guru, banyak saudara, dan banyak editornya. Keren menewen ya? Kita merasa kenal dekat dengan para gurusianer seluruh Indonesia. Saling mengapresiasi tulisan, sehingga timbul rasa kebersamaan bak sebuah keluarga. Hal inilah yang paling menyenangkan.

Terima kasih kepada Media Guru dan Gurusiana yang telah menyediakan ruang untuk saya berkreasi dalam bidang menulis. Semoga saya tetap semangat untuk melanjutkan menuju tantangan 365. Semangat menulis, semangat mengasah kemampuan diri, semangat berliterasi.

Salam literasi

Karawang, 9 Juni 2020

DATA DIRI PENULIS

Hj. Septa Arfina, S.Pd lahir di Tanah Datar, 7 September 1967. Sehari-hari bekerja sebagai seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Karawang Barat. Bertempat tinggal di Telukjambe, Karawang. Email: **(censored)**.

Nomor HP/WA: **(censored)**Adapun buku yang sudah diterbitkan adalah Sekelumit Rinduku Untuk Duku (novel), Sejuta Kata Cinta (antologi), dan Jalan Terang Guru Pemenang (antologi). Penulis juga aktif menulis di blog gurusiana septaarfina.gurusiana.id. Juara 3 OGN Bahasa Indonesia Kabupaten Karawang tahun 2018. Aktif menjadi pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Menjadi pengurus Komunitas literasi Kabupaten Karawang. Menjadi Kepala Perpustakaan SMPN 3 Karawang Barat. Pembina Ekstrakurikuler Literasi SMPN 3 Karawang Barat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post