Hj.Septa Arfina S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Antara Solo dan Bukit Sekipan

(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-179)

Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd

Jumat 10 Juli 2020, setelah selesai mengurus kepindahan putriku, aku dan keluarga tidak langsung pulang. Kami ingin menikmati dulu pemandangan di sini. Dari dulu ingin menikmati pemandangan alam ke arah Magetan. Menurut cerita teman-teman pemandangan menuju Magetan indah dan alamnya masih natural. Untuk itu aku dan keluarga ingin mencoba menyusuri jalan arah ke Magetan.

Sepanjang jalan awalnya masih lurus-lurus saja. Mulai dari Solo terus melewati Karanganyar masih biasa saja. Kami menikmati jalan dengan saling bercerita dan melihat sekeliling jalan. Mobil terus menyusuri jalan menuju Magetan, tapi makin lama jalannya makin menanjak dan berkelok-kelok. Aku dan keluarga mulai ragu, apa diteruskan atau balik kanan, karena jalannya makin menantang. Rasanya hatiku kurang tenang karena hari sudah hampir sore. Tapi yang lain ingin terus jalan, karena menurut mereka mumpung masih di Solo, kita nikmati dulu perjalanannya. Akhirnya saya mengikuti keinginan anak gadisku.

Satu jam lebih perjalanan kami sampai daerah Tawangmangu. Kami singgah dulu di Komplek edu rekreasi yang menyuguhkan hamparan Taman Atsiri. Taman ini lumayan indah, penuh berbagai tanaman. Ada berbagai jenis tanaman essential oil dan ada pula museumnya. Setelah beberapa lama berkeliling, kami membeli beberapa souvenir untuk kenangan. Tak lupa Sholat ashar , kemudian kami meninggalkan taman Atsiri, karena waktu sudah semakin sore.

Kami meneruskan perjalanan menuju Magetan. Sepanjang perjalanan terasa penuh tantangan karena jalannya menanjak dan berliku-liku. Mobil memadati jalan, untuk itu harus berhati-hati dalam berkendara. Jalan juga tidak terlalu besar. Pemandangan kiri kanannya sangat bagus, penuh dengan pepohonan dan suasana juga masih asri. Makin jauh perjalanan makin menanjak. Kami mulai ragu lagi antara melanjutkan atau balik kanan untuk kembali ke hotel (Solo). Ternyata anak gadis ingin meneruskan , menurutnya kapan lagi jalan-jalan agak jauh. Akhirnya perjlanan diteruskan.

Tak lama sampailah kami di sebuah objek wisata namanya Bukit Sekipan. Kami ragu untuk masuk objek wisata ini. Hari sudah sore, apa masih buka atau sudah tutup. Akhirnya kami hanya sampai gerbang saja. Kami tidak memasuki Bukit Sekipan karena hari sudah sore. Kami hanya melihat sesaat, tak sampai masuk dan berkeliling, karena takut kemalaman.

Sebuah pengalaman perjalanan yang membuat saya kadang tertawa sendiri. Kami akhirnya memutuskan kembali ke Solo karena tidak mungkin melanjutkan lebih jauh lagi. Perjalanan antara Solo dan Bukit Sekipan yang penuh kenangan dan membuat kami tertawa kalau mengingatnya. Semoga suatu saat bisa bermain lagi ke sini dengan menikmati alamnya lebih lama lagi.

Salam literasi

Solo, 11 Juli 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post