Derai Sunyi
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-185)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Sepi menggigit dalam malam yang gelap
Rintik hujan mengguyur rasa dalam sepi
Nyanyian jangkrik mengusik hati yang sunyi
Suara tik tak jam dinding serasa tak seirama lagi
Bulan mengintip dibalik cahaya bintang yang redup
Turun perlahan kemudian menghilang ditelan malam
Sepi mendera
Dalam hati yang luka
Namun asa tak pernah sirna
Berharap esok pagi mentari ceria
Dan sepi tak lagi bisa berbalik
Dalam derai sunyi
*
Salam literasi
Karawang, 17 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan