Fatamorgana
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-195)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Dari kejauhan kulihat air yang menyejukkan
Kudekati hanya sebuah panas yang terik
Senyum manis merekah bak purnama
Ternyata hanya pemanis belaka
Sulit bedakan yang hitam dengan yang putih
Terkadang hanya fatamorgana
Padang pasir yang luas dilingkar air yang menyejukkan
Berharap bisa pelepas dahaga
Ternyata hanyalah harapan yang semu
Fatamorgana
Bila hati telah dikuasai ambisi semata
Dan kebenaran hanyalah sebuah fatamorgana kehidupan
Dunia memang panggung sandiwara
Menghindarlah dari pelakonnya
Agar kehidupan tidak menjadi sebuah fatamorgana
*
Salam literasi
Karawang, 27 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan