Menghilangkan Resah
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-177)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Jauh di dalam rongga dada ada luka yang menganga
Singgasana yang indah berubah jadi duka
Semua menari-nari di pelupuk mata
Ketika angin meniup dedaunan jatuh berguguran
Adakah ini salah kita?
Karena corona, semua seperti kota mati
Saling curiga dan menjauh
Tak lagi ada gurauan yang manis manja
Corona menyisakan kepedihan tak bertepi
Seisi bumi menangis dalam ketakutan
Langit yang cerah tak bisa menghibur sunyi
Semua seperti mimpi buruk yang tak pernah terbayangkan
Corona memporak porandakan jiwa
Corona menciptakan nestapa
Pergilah corona
Kami lelah
Kami tak biasa
Pergilah corona
Biarkan kami menyulam kembali kebahagiaan yang tertunda
Pergilah corona
**
Salam Literasi,
Karawang, 9 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan