Rutinitas Ibu (Part 1)
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-174)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Hari menunjukkan pukul 03.00 pagi. Ibu terbangun ketika mendengar suara ayah mengumandangkan ayat-ayat Alquran dalam sholat malamnya. Ibu bangun dan langsung mengambil wudhu untuk menunaikan sholat malam juga. Mata ibu masih mengantuk, tapi bisa dikalahkan dengan keinginannya mengikuti Ayah untuk melaksanakan sholat malam. Dalam sholat ibu selalu berdoa agar keluarganya selalu diberi keberkahan dalam menjalani kehidupan. Itu adalah doa utama ibu.
Sambil menunggu adzan subuh, ibu menyalakan mesin cuci untuk mencuci seluruh pakaian kotor yang ada dibakul cucian. Ibu memperhatikan sekelilingnya, apa masih ada kain yang bergelantungan untuk dimasukkan ke mesin cuci. Tak lama terdengarlah suara gemuruh mesin cuci memecah kesunyian pagi.
Baru saja memulai pekerjaan subuh, suara adzan berkumandang. Ibu bergegas mengambil wudhu. Dibasuhnya mukanya yang sudah mulai menua, memperhatikan dengan seksama pada kaca kamar mandi, dalam hati ibu membatin, “wajah ini telah mulai tua.” Ibu berwudhu dengan khusuk. Dalam hati ibu berdoa agar selalu sehat dalam menjalankan kehidupan ini. Selesai berwudhu, ibu menuju kamar tidur putri semata wayangnya. Ibu membangunkannya untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama Ayah. Sang putri bangun sambil terkantuk-kantuk menuruti perintah ibu.
Sholat subuh sudah selesai. Ibu merapikan kamar tidur, agar terlihat asri dan bersih. Tak lupa membersihkan rumah dari sisa-sisa semalam yang belum sempat dirapikan saat mau tidur. Ibu melaksanakan pekerjaannya dengan senang hati, ia tahu tak ada yang bisa membuat seisi rumah bahagia dan nyaman selain kesiapan ibu mengurusnya dengan sempurna.
Pukul 06.00 ibu telah selesai menyiapkan sarapan untuk keluarga tercinta. Ibu menyiapkan menu sarapan dan makan siang agar nantinya jika ibu berangkat ke sekolah, keluarga yang di rumah tak perlu bingung untuk mencari makanan nantinya.
Tepat pukul 06.30, ibu dengan penuh semangat siap untuk melaksanakan tugas di luar rumah. Sebagai seorang guru, ibu harus mengabdi pada negara. Ibu setiap hari mengajar dengan gembira. Mulai pukul 07.00 sampai pukul 15.00. Mengajar merupakan pengabdian ibu pada negara tercinta. Mengajar merupakan pilihan ibu juga. Jadi ibu tak merasa berat melakukannya. Ibu bangga dan bahagia menjadi seorang guru .
Pukul 15.00 ibu selesai mengajar, dengan wajah lelah ibu bahagia melihat ayah datang menjemput untuk pulang ke rumah. Bagi ibu, selesai mengajar merupakan waktu yang tepat untuk istirahat sejenak melepas lelah. Saat melihat ayah datang, ibu bergegas masuk mobil dan langsung merebahkan badannya sambil menikmati alunan musik. “Terima kasih Ayah,” ucap ibu dengan senyum manisnya.
Bagaimana kelanjutan Rutinitas Ibu? Ikuti episode selanjutnya ya Gurusianer.
Salam literasi
Karawang, 6 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan