Rutinitas Ibu (Part 2)
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-175)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Sepuluh menit di perjalanan, tak terasa baru saja rebahan di mobil sudah sampai di rumah. Ibu dengan langkah pelan turun dan langsung masuk rumah. Rasanya hati ibu sangat senang sudah sampai di rumah. Ibu mengambil wudhu dan melaksanakan shalat ashar. Ibu menenangkan pikirannya dan kembali berdoa untuk kebahagiaan keluarganya. Itulah ibu, tak pernah lupa dengan kebahagiaan keluarga.
Selesai shalat, hari menunjukkan pukul 16.00, inilah waktu yang menyenangkan buat ibu. Kata ibu saat itu adalah waktu untuk dirinya. Melakukan apa saja yang berhubungan dengan dirinya. Biasanya waktu ini dipakai ibu untuk istirahat, olahraga, dan yang tak lupa dilakukan ibu adalah menulis. Menulis di blog gurusiana adalah waktu yang tak pernah dilewatkan ibu. Ibu sangat senang dengan kegiatan ini. Ibu bisa menuliskan berbagai hai di sini, termasuk curhat tentang apa yang dialaminya atau yang dirasakannya. Menulis adalah sarana belajar dan sarana pengembangan diri bagi ibu. Itulah sebabnya mengapa ibu begitu bersemangat kalau sudah membuka laptopnya dan kemudian mulai menulis.
Adzan magrib berkumandang, tugas ibu belum selesai. Ibu melaksanakan sholat lalu seperti biasa menyiapkan makan malam untuk ayah dan keluarga. Ibu membuat apa saja yang mudah tapi enak untuk dinikmati bersama. Kasih sayang ibu dalam menyajikan makan malam bagi keluarga membuat anggota keluarga bahagia dan bersyukur dengan kasih sayang ibu. Waktu makan malam adalah waktu keluarga menikmati kebersamaan bersama ibu.
Waktu menunjukkan pukul 20.00, ibu mengisi waktu dengan membaca atau menemani putri cantikknya mengerjakan tugas kuliahnya. Mendengarkan cerita sang putri tentang berbagai hal yang dialaminya. Kadang bercerita tentang masa depannya atau apa yang diinginkannya. Saat seperti ini juga menyenangkan bagi ibu.
Menjelang tidur, masih ada saja yang dikerjakan ibu. Ibu menyiapkan apa yang akan dilakukan ibu esok pagi. Setelah semua selesai disiapkankan barulah ibu menuju ke singgahsananya untuk beristirahat dan bercerita menjelang tidur bersama ayah.
Ibu adalah wanita paling hebat di dunia. Ibu bisa menjadi profesi apa saja selain profesi yang sebenarnya yang ditekuninya. Ibu terkadang menjadi psikolog untuk keluarga, ia mendengar semua keluhan anggota keluarga dengan santai dan kemudian memberi solusi. Terkadang ibu menjadi manager, ia mengatur semua kegiatan rumah sampai tuntas dan rapi. Terkadang ibu bisa juga menjadi seorang dokter tatkala anggota keluarga sakit, ayah sakit, putrinya sakit, bahkan ibu ikut cemas serta berusaha memberikan yang terbaik agar semua sehat. Itulah ibu, ibu yang tak pernah berhenti menjadi pahlawan keluarga.
Ibu adalah wanita yang paling peduli dengan keluarganya. Tak ada yang akan mengingkarinya bahwa kehadiran ibu sangat dibutuhkan di tengah-tengah keluarga. Kasih sayang ibu sepanjang jalan. Kasih sayang ibu tak pernah lekang oleh waktu.
Jangan lupa sayangi ibu ya, jaga ibu biar bahagia dan sehat terus ya.
Salam literasi
Karawang, 7 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan