Self Love
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-190)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Pada kehidupan sehari-hari, tak jarang kita merasa tidak percaya diri atau insecure terhadap apapun yang ada di dalam diri kita. Hal ini kadang sadar atau tidak sadar pasti kita rasakan. Terkadang kita merasa banyak sekali kelemahan dalam diri sampai lupa sebelumnya kita telah melakukan hal-hal hebat yang mungkin belum tentu dapat dilakukan oleh orang lain. Terkadang kita ragu untuk menyampaikan ide karena merasa ide itu buruk atau takut orang-orang tidak akan menerimanya, padahal bisa saja ide kita adalah ide yang mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Saya pernah mengikuti sebuah seminar online bertemakan “Self Love” yang diadakan oleh sebuah komunitas. Seminar itu menghadirkan narasumber seorang psikolog dan CEO dari Klinik Psikologi Online @dearastrid.id, bernama Ibu Astrid Regina Sapiie. Dalam seminar tersebut, beliau mengupas tuntas mengenai pentingnya self love, apa penyebab seseorang tidak mencintai dirinya sendiri, bagaimana cara menumbuhkan cinta terhadap diri sendiri, dan lain sebagainya.
Jadi sebenarnya apa itu self love? Self love berarti menerima dan memahami kekurangan serta kelebihan yang ada pada diri sendiri. Mereka akan nyaman dengan apa yang ada pada dirinya. Selain itu self love juga berarti memberikan yang terbaik untuk diri sendiri. Mereka senantiasa bersemangat dan berjuang untuk masa depannya.
Mencintai diri sendiri tentu bukan perihal yang mudah. Ada banyak aspek yang mempengaruhi rasa cinta tersebut, yaitu fisik, emosi, spiritual, mental, dan juga sosial. Tahap pertama dalam self love adalah mengenali diri sendiri. Apa sebenarnya kekurangan kita? Bisakah kita ubah atau kita hilangkan? Apa kelebihan kita? Bisakah kita kembangkan sehingga bermanfaat untuk orang banyak? Ada dua cara untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pertama, tanyakan pada diri sendiri, bisa juga dengan mengikuti berbagai kegiatan sehingga kita bisa tahu kelebihan dan kekurangan kita. Misalnya, setelah ikut berbagai kepanitiaan, ternyata saya mampu bernegosiasi dengan pihak eksternal, ternyata saya cekatan dalam bekerja, ternyata saya lebih on time dibandingkan dengan panitia lain, dan lain sebagainya.
Kedua, kita bisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada orang-orang terdekat, seperti orang tua, pasangan, teman dekat, kakak, adik, dan lain-lain. Jadi dalam mengenali diri sendiri, kita membutuhkan feedback dari orang lain. Namun tak jarang feedback dari orang lain justru membuat kita tidak mencintai diri sendiri. Terkadang orang lain lebih berfokus pada kekurangan kita sehingga kita jarang mendapatkan apresiasi positif. Kurangnya apresiasi positif yang kita dapatkan menjadi salah satu penyebab seseorang tidak mencintai dirinya sendiri. Maka dari itu, cobalah tanyakan pada orang-orang terdekat yang memang mencintai kita, karena orang yang mencintai kita seharusnya mampu membuat kita berkembang bukan malah menjatuhkan.
Nah Gurusianer, cobalah untuk menerima dan memahami kekurangan dan kelebihan yang kita miliki karena itu juga sebagai salah satu bentuk syukur kita kepada Tuhan yang telah menciptakan dan memberikan kita banyak kenikmatan. Selain itu, mari kita tanamkan kebiasaan memberikan feedback dan apresiasi positif kepada pasangan, anak, dan keluarga kita agar mereka dapat lebih mencintai diri mereka sendiri. Self love dapat membantu anak untuk lebih berkembang dan percaya diri atas kemampuan yang dimilikinya. Namun, jangan lupa juga untuk mengajarkan sikap rendah hati agar tidak terlintas perasaan sombong pada hatinya. Mari ubah insecure jadi bersyukur.
Salam Literasi
Karawang, 22 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan