Ibu dan Anak Perempuannya
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-219)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Menjadi ibu adalah dambaan dari setiap wanita dewasa. Perasaan bangga hadir saat kita dipercaya untuk melahirkan dan memiliki seorang anak. Hidup rasanya sempurna bisa menjadi seorang ibu. Namun dalam membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi insan yang sukses lahir batin itu tidaklah mudah. Rintangan demi rintangan akan banyak kita lewati. Perlu kesabaran dan ketegaran serta kekuatan agar tetap menjadi ibu yang baik dan didambakan keluarga.
Hubungan antara ibu dan anak perempuannya terkadang salah satu bentuk hubungan yang memiliki tantangan, dibandingkan hubungan ibu dengan anak lelakinya (menurut beberapa penelitian). Masa kecil anak perempuan memang dekat dengan ibu. Namun seiring berjalannya waktu, ketika anak perempuan beranjak remaja, hubungan ibu dan anak perempuan mulai diwarnai perbedaan pendapat. Anak perempuan terkadang mempunyai pendapat sendiri tentang sesuatu hal yang sering berbeda dengan ibunya. Hal ini terkadang membuat hubungan ibu dengan anak perempuannya menjadi tidak baik. Sering kali anak perempuan merasa bahwa ibu tidak paham dan tidak mengerti tentang dirinya.
Anak perempuan saat ia remaja sering merasakan bahwa ibunya pemarah, cerewet, dan terlalu mencampuri urusan anak perempuannya. Terkadang ia membandingkan ibu dengan ibu yang lain. misalnya tak ingin keras seperti ibu, ingin menjadi wanita yang lembut. Tak ingin pemarah seperti ibu, ingin jadi ibu yang baik. Pokoknya tak ingin seperti ibu. Padahal tanpa mereka sadari semakin ia dewasa, mereka semakin mirip dengan ibu. Like mom like daughter.
Seorang anak terkadang sering menganggap ibu adalah hanya sebagai orang tua, tapi kadang anak lupa bahwa ibu juga seorang individu yang punya cita-cita dan impian sendiri terhadap anaknya yang ingin ia wujudkan. Ibu Ingin anak perempuannya hidup lebih baik darinya. Ibu ingin anak perempuannya lebih bahagia darinya. Banyak ekspektasi ibu terhadap anak perempuannya yang terkadang membuat anak perempuan merasa terbebani. Seorang ibu perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan anak perempuannya. Bisa bernegosiasi dengan keinginan anak perempuannya. Bisa menempatkan diri di posisi anak perempuannya. Namun sebenarnya semua itu juga berlaku untuk ibu.
Salam literasi
Karawang, 20 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan