Karya Antologi Yang Cantik
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-205)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Menulis setiap hari sangat banyak manfaatnya bagiku. Tulisan demi tulisan yang telah ditulis bisa dikumpulkan untuk dijadikan sebuah karya. Tulisan yang sudah menjadi tabunganku selama 205 hari sudah bisa dibukukan satu persatu.
Hari ini ada perasaan senang karena buku antologi bersama penulis gurusianer hebat sudah jadi dan sudah sampai di pangkuanku. Bahagia rasanya ada namaku tertulis di buku tersebut. Inilah buah dari menulis setiap hari. Meski buku antologi, tapi ada rasa bangga dalam hati.
Buku yang sudah datang adalah:
1. Layar Impian
2. Tasbih Senandung Rindu
3. Menyemai Renjana, Memendar Senjana
Antologi Layar Impian dan Tasbih Senandung Rindu adalah dua buku dalam bentuk antologi bersama para gurusianer hebat. Buku ini diracik kembali dengan apik oleh kurator hebat yang sudah biasa dan hebat yakni Bunda cantik Edit Kadila. Saya sangat bangga dan berterima kasih karena bisa bergabung dengan para penulis hebat gurusiana. Sungguh merupakan suatu karunia yang tak ternilai rasanya.
Buku ketiga, yaitu Menyemai Renjana, Memendar Senjana merupakan kumpulan puisi yang berisi ungkapan perasaan dan doa para gurusianer semasa corona. Pada Antologi puisi ini saya bergabung dengan 111 gurusianer hebat seluruh indonesia. Buku kumpulan puisi tentang corona ini diramu oleh seorang kurator yang sudah tidak asing lagi bagi kita yakni Bapak Haji Ahmad Syaihu. Kata pengantar dalam buku ini juga keren, langsung dari Pemred Media Guru, Mas Eko Prasetyo. Bangga dan bahagia rasanya menjadi bagian dari antologi puisi ini.
Kebahagiaan yang tak ternilai dan tak bisa diukur dengan materi ketika karya kita hadir dan bermanfaat bagi banyak orang. Buku antologi ini bisa digunakan untuk membantu proses pembelajaran anak-anak didik kita. Buku ini juga bisa dipakai dalam pembelajaran tingkat SD, SMP dan SMA. Pembelajaran tentang cerpen dan pembelajaran tentang puisi.
Semoga apa yang telah dihasilkan ini akan membuat saya tambah semangat lagi dalam menulis. Saya juga sedang menuggu karya tunggal dan antologi berikutnya. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Menulis dengan hati tak kan sia-sia. Jika anda bahagia maka menulislah. Jika anda sedih maka menulislah. Suatu hari nanti apa yang kita tulis akan menjadi kenangan dan dapat kita baca kembali.
Akhir kata terima kasih saya ucapkan terima kasih pada kurator hebat kami bunda Edit Kadila dan bapak guru Haji Ahmad Syaihu. Terima Kasih Media Guru dan Tim. Semoga Allah membalas dengan berkah yang luar biasa.
Salam literasi
Karawang, 6 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan