Makna Kehidupan Dalam Kebaikan
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-227)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Kebaikan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari dan merupakan kunci ketenangan jiwa bagi yang melakukannya. Kebaikan dapat memberikan kebahagiaan ditengah-tengah kehidupan yang serba sulit saat ini. Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membuat suasana menjadi nyaman. Kebaikan yang murni dan tulus dapat memberikan kebahagiaan bagi kita sendiri dan orang lain.
Kehidupan ini banyak masalahnya. Kesulitan hidup terkadang membuat orang lupa tentang kebaikan. Kebutuhan ekonomi yang banyak, membuat kebaikan kalah dengan keburukan. Untuk itu kita perlu berusaha mencari lingkungan yang senantiasa mengingatkan kita selalu mengutamakan kebaikan. Kebaikan yang sebenarnya. Kebaikan yang selalu berada diatas kebenaran.
Berbuat kebaikan selalu berdampak baik bagi pelakunya atau yang menerimanya. Sekecil apapun lakukanlah kebaikan dengan ikhlas. Kebaikan memberikan rasa bahagia. Setelah kita melakukan kebaikan, akan terasa kebahagiaan dalam hati. Ada kepuasan bisa membantu orang lain. Kebaikan juga dapat menciptakan hubungan antar sesama menjadi lebih akrab dan lebih baik. Kebaikan juga menunjukkan kepada orang sekitar bahwa betapa indahnya dunia ini jika selalu dihiasi dengan kebaikan. Kita bisa menunjukkan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa saling berbuat kebaikan itu sangat bagus, kita dapat memberikan rasa saling percaya, saling menyayangi, saling membantu sehingga kehidupan terasa lebih baik dan indah. Kebaikan juga merupakan wujud syukur kita kepada Allah atas semua rahmat yang diberikanNya kepada kita dan dapat meningkatkan rasa syukur tersebut.
Mari kita saling berbuat kebaikan dalam kehidupan dan lingkungan kita. Tak ada kerugian dalam berbuat kebaikan. Jangan sampai kebaikan dikalahkan oleh keburukan. Jika kita berbuat baik, maka kebaikan itu untuk diri kita sendiri. Begitupula sebaliknya, jika kita berbuat buruk, maka keburukan itupun untuk diri kita sendiri ( QS. Al Isra : 7 ). Maknanya adalah ketika kita berbuat baik, itu artinya kita sedang berbuat baik untuk diri sendiri. Sebaliknya, kalau kita berbuat buruk sejatinya kita sedang mendzolimin diri sendiri. Apabila kita menabur kebaikan, maka kita akan menuai kasih sayang. Semoga bermanfaat.
Salam literasi
Karawang, 28 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan