Merindumu
(Tantangan Gurusiana 365 Hari Ke-223)
Oleh : Hj. Septa Arfina, S.Pd
Gelak tawa dan senyum manis manja
Terukir di bibirmu yang mungil
Berjuta harap ku simpan di relung hati
Untuk masa depanmu nanti
Ketika ku datangi dirimu
Kulihat kau tersenyum dan berlari menghampiriku
Kau ulurkan tanganmu menjabat tanganku
Sambil berucap
Assalamualikum, selamat pagi Bu
Aku membalas senyummu sambil menatapmu satu per satu
Ah, alangkah polosnya kalian
Merindu masa itu, masa yang terjalin indah
Antara kau dan aku
Muridku tetiba aku merindumu
Kini semua berubah, ada hal yang tak bisa ku hindari
Tadi aku bertemu denganmu
Kau berlari mengejarku
Ada gembira terpancar diwajahmu
Kau pasti merinduku juga
Kau ulurkan tangan mungilmu
Sambil tersenyum penuh harap kan kugenggam tanganmu
Lama kuterdiam, akhirnya kurapatkan kedua telapak tanganku
Ada gurat sedih diwajahmu yang masih polos
Kau tarik tanganmu dengan lambat dan melakukan hal yang sama denganku
Kau merapatkan kedua telapak tanganmu
Maafkan ibu anakku, maafkan ibu
Di sudut mataku ada setetes air mengalir
Menyaksikan kau berlalu dari pandanganku
Semoga kerinduan ini kan terobati
Saat pandemi ini berlalu
***
Salam literasi
Karawang, 24 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan